Festival Lampion Kupang Targetkan Agenda Tahunan
- 14 Feb 2026 09:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang - Festival Cap Go Meh dan Lampion yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Nusa Tenggara Timur dipastikan terbuka untuk umum dan menyasar seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung 6-8 Maret 2026 di Jalan Eltari, Kota Kupang, ini akan dibuka Gubernur NTT pada Jumat sore dan ditutup Wali Kota Kupang pada Minggu malam.
Bobby Lianto, yang juga bagian dari panitia, kepada RRI di Florata Pagi, Sabtu, 14 Februari 2026 mengatakan ratusan lampion merah akan dipasang menghiasi sepanjang jalan yang ditutup sebagian selama festival berlangsung. Setiap hari, panggung hiburan diisi lomba anak dan remaja, penampilan artis lokal, serta atraksi barongsai dan liong yang menjadi ciri khas perayaan Cap Go Meh.
Konsep Festival Lampion Food Street juga menghadirkan stan kuliner yang menjajakan makanan Nusantara, baik halal maupun nonhalal, termasuk sajian khas Tionghoa. Panitia menegaskan kegiatan ini bukan hanya untuk komunitas Tionghoa, tetapi menjadi ruang perjumpaan budaya bagi seluruh warga NTT.
Rencana penerbangan lampion sempat dipertimbangkan untuk menambah kemeriahan malam puncak perayaan. Namun, pertimbangan faktor keselamatan dan keberadaan sejumlah gedung tinggi di sekitar lokasi membuat agenda tersebut dibatalkan.
Menurut Bobby, festival ini diusulkan menjadi kalender tetap pariwisata Kota Kupang dan diharapkan mampu menarik kunjungan dari daerah sekitar. Selain memperkuat sektor pariwisata, kegiatan ini juga ditargetkan mendorong pertumbuhan UMKM serta perputaran ekonomi lokal.
Ia menegaskan, momentum Cap Go Meh menjadi simbol harmoni dalam keberagaman dan bagian dari tradisi warga Tionghoa sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia. Melalui festival ini, panitia berharap nilai kebersamaan lintas suku dan agama semakin menguat di Nusa Tenggara Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....