Literasi Digital Jadi Kunci Tangkal Hoaks di Masyarakat
- 28 Agt 2025 10:38 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial mendorong perlunya penguatan literasi digital di masyarakat. Hal ini disampaikan Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Flores, Ferdinandus Lidang Witi, S.E.,M.Kom, dalam dialog interaktif Pro 1 RRI Ende, program Zona Edukasi, Senin (25/8/2025).
Ferdy menekankan, literasi digital bukan hanya soal kecakapan menggunakan gawai, melainkan juga kemampuan menganalisis informasi agar tidak mudah terprovokasi. “Cek kebaruan informasi, lihat sumber, baca utuh, dan pikirkan sebelum membagikan,” tegasnya.
Menurutnya, hoaks biasanya memanfaatkan ketidaktelitian pembaca dengan judul-judul bombastis yang memancing emosi. Karena itu, masyarakat dituntut untuk kritis sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi. “Kalau kita lengah, hoaks bisa merusak hubungan sosial dan memicu konflik,” jelasnya.
Ia juga mendorong masyarakat NTT lebih bijak dalam bersosial media dengan mengatur algoritma melalui mengikuti akun-akun edukatif. “Kalau kita sering klik konten positif, maka media sosial juga akan menyuguhkan hal positif,” tambahnya.
Ferdy berharap peran orang tua, guru, dan tokoh masyarakat lebih aktif mendampingi generasi muda. “Masyarakat digital yang cerdas adalah benteng melawan penyebaran kebohongan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....