BMKG: Musim Kemarau Basah, Petani Hortikultura Perlu Waspada

  • 21 Jun 2025 21:11 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau 2025 akan berlangsung lebih singkat dari biasanya, dengan curah hujan tetap tinggi di beberapa wilayah. Kondisi ini membawa dampak ganda, terutama di sektor pertanian.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa meskipun ini dapat menguntungkan petani padi karena pasokan air irigasi tetap tersedia, namun menjadi tantangan bagi petani hortikultura yang mengandalkan kondisi kering.

“Tanaman hortikultura seperti cabai, bawang, dan tomat sangat rentan terhadap kelembapan tinggi. Ini berisiko menimbulkan serangan hama dan penyakit,” ujar Dwikorita, Sabtu (21/6/2025).

Untuk mengantisipasi hal ini, BMKG mendorong petani hortikultura menyiapkan sistem drainase yang baik dan strategi perlindungan tanaman. Di sisi lain, wilayah Sumatera dan Kalimantan menunjukkan tanda-tanda lebih awal memasuki musim kemarau, sementara wilayah selatan Indonesia mengalami kemunduran akibat curah hujan di atas normal.

Dwikorita juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan berbagai pihak terhadap dinamika iklim yang makin sulit diprediksi. “Kita tidak bisa lagi berpaku pada pola iklim lama. Perubahan iklim global menimbulkan anomali yang harus kita sikapi dengan adaptasi cepat dan tepat,” katanya.

BMKG berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi iklim yang presisi sebagai dasar penyusunan kebijakan adaptasi, khususnya di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....