Musim Kemarau 2025 Mundur dan Berdurasi Lebih Pendek
- 21 Jun 2025 20:51 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa hingga awal Juni 2025, hanya sekitar 19 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau. Sebagian besar wilayah lainnya masih berada dalam kategori musim hujan, meski secara klimatologis seharusnya sudah mulai memasuki musim kemarau.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan kemunduran musim kemarau ini dipicu oleh tingginya curah hujan di atas normal sepanjang April hingga Mei 2025, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
“Prediksi kami sejak Maret sudah menunjukkan anomali curah hujan di atas normal. Ini menjadi dasar utama kenapa musim kemarau belum merata,” ucap Dwikorita, Sabtu (21/6/2025).
Meskipun curah hujan mulai menunjukkan penurunan di sejumlah wilayah, tren ini belum merata. Berdasarkan analisis dasarian Juni, sebanyak 72 persen wilayah berada dalam kategori hujan normal, 23 persen bawah normal (lebih kering), dan hanya 5 persen masih mengalami hujan di atas normal.
BMKG memprediksi curah hujan dengan intensitas tinggi akan bertahan di beberapa wilayah hingga Oktober 2025. Karena itu, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berdurasi lebih pendek dibanding normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....