Komunikasi Sehat Kunci Harmoni Rumah Tangga Bahagia
- 12 Jun 2025 13:05 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Komunikasi sehat menjadi pilar utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, terutama bagi pasangan muda yang sedang membangun kehidupan keluarga. Hal ini disampaikan Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai Timur, Jefrin Haryanto, dalam dialog bersama RRI di Florata Siang Ini, Kamis (12/6/2025).
Sebagai praktisi sekaligus konsultan psikologi, Jefrin menegaskan bahwa konflik dalam rumah tangga sering kali bermula dari miskomunikasi atau minimnya dialog yang bermakna. Menurutnya, keluarga layaknya organisasi kecil yang membutuhkan koordinasi, pembagian peran, dan komunikasi yang konsisten.
“Tanpa komunikasi, keluarga seperti satu kapal yang tak tahu arah,” ucap Jefrin. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang setara, di mana tidak ada dominasi dan semua anggota keluarga merasa aman dalam menyampaikan pendapat.
Komunikasi sehat, lanjut Jefrin, dimulai dari kemampuan untuk mendengar dengan empati. Salah satu ciri komunikasi yang baik adalah perencanaan yang dilakukan bersama, adanya panggilan sayang yang khas, serta ruang terbuka bagi anak-anak untuk berbicara secara sopan.
Sebaliknya, komunikasi yang tidak sehat ditandai dengan dominasi satu pihak, ketakutan untuk berbicara, hingga emosi yang dipendam. Akibatnya, pasangan bisa merasa terjebak, saling curiga, dan menyendiri yang berpotensi memicu perceraian.
Jefrin juga menguraikan perbedaan gaya komunikasi antara laki-laki dan perempuan yang kerap menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan bijak. “Solusinya adalah kolaborasi antara logika dan emosi, bukan saling menyandera,” jelasnya.
Beberapa strategi membangun komunikasi sehat yang disarankan antara lain menunda dialog saat marah, menggunakan bantuan mediator bila diperlukan, serta menciptakan momen emosional seperti “bulan madu kedua” untuk memperkuat ikatan batin.
Pengaruh media sosial juga menjadi sorotan, karena seringkali menjadi pemicu kesalahpahaman dalam rumah tangga. Ia menyarankan untuk memprioritaskan pertemuan nyata dibanding mengekspresikan hubungan secara berlebihan di ruang publik digital.
Melalui Dinas P2KBP3A, Pemkab Manggarai Timur terus mendorong edukasi keluarga melalui program seperti “Ayah Teladan”, “Opa Oma Bercerita”, kelas komunikasi sehat, hingga layanan konseling pra dan pasca nikah.
Di akhir perbincangan, Jefrin menitipkan pesan kepada pasangan muda untuk menjadikan waktu menjelang tidur sebagai momen dialog yang sakral. “Jangan simpan unek-unek di media sosial, tapi sampaikan dengan cinta di rumah sendiri,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....