Tani Merdeka Kawal Pengembangan 83 Hektare Sawah di Desa Wure

  • 07 Okt 2026 13:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur: Tani Merdeka Indonesia mendorong percepatan pengembangan sekitar 83 hektare lahan sawah di Desa Wure, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan alat dan mesin pertanian atau alsintan, jalan usaha tani, irigasi, pompa, embung hingga sumur bor.

Wakil Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, mengatakan kebutuhan tersebut akan dikawal melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan produksi pertanian.

Dorongan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Tani Merdeka Indonesia di Desa Wure dan Desa Waiwadan, Senin 28 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan sejumlah aksi pertanian, mulai dari panen hortikultura, tanam bawang dan kacang buncis hingga panen jagung.

Yons Ebit mengatakan peningkatan produksi membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Menurutnya, kebutuhan petani di tingkat lapangan harus dihimpun secara jelas agar dapat menjadi dasar pengajuan program kepada Pemerintah Pusat.

Selain pembangunan infrastruktur pertanian, Tani Merdeka juga mendorong penguatan kelompok tani. Kelompok tani dinilai perlu memiliki kapasitas produksi yang lebih kuat sehingga mampu mengembangkan komoditas lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Ia mengatakan peningkatan produksi komoditas lokal juga dapat mendukung kebutuhan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Karena itu, petani didorong tidak hanya meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga menjaga kesinambungan pasokan.

“Pembangunan pertanian membutuhkan kerja bersama dengan mengesampingkan berbagai perbedaan. Fokus utama harus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tegas Yons Ebit.

Ketua DPD Tani Merdeka Flores Timur, Aloysius Boromeo Kean, mengatakan konsolidasi organisasi di lapangan saat ini telah menjangkau sekitar 75 persen wilayah Flores Timur. Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghimpun aspirasi petani dan nelayan.

Menurut Aloysius, pendataan Calon Petani Calon Lahan atau CPCL terus dilakukan untuk memastikan berbagai program pemerintah dapat diterima oleh penerima yang tepat. Data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam memetakan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.

Pengembangan lahan sawah di Desa Wure diharapkan menjadi salah satu langkah konkret memperkuat produksi pangan di Flores Timur. Dukungan infrastruktur, sarana produksi dan penguatan kelembagaan petani dinilai menjadi faktor penting agar potensi lahan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....