Kampung Nelayan Merah Putih di Ende Fokus Transformasi Perikanan
- 07 Okt 2026 11:36 WIB
- Ende
Poin Utama
- Desa Kebirangga telah mencapai progres pembangunan sekitar 70 persen, tetapi pengerjaannya terhenti akibat gempa bumi.
- Fasilitas kawasan mencakup tambatan perahu, pabrik es, cold storage, sentra kuliner, docking, dan kios perbekalan.
- Kawasan ditargetkan membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan.
- Pengelolaan melibatkan KDMP dan pembinaan SDM, dengan dukungan koordinasi Pemkab Ende dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
- Ende memperoleh lima lokasi Kampung Nelayan Merah Putih untuk mendorong transformasi perikanan tradisional menuju pengelolaan modern.
RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah Kabupaten Ende menyiapkan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai kawasan pengelolaan perikanan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program strategis nasional tersebut diarahkan untuk mentransformasi kampung nelayan tradisional menjadi kawasan modern, meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Ende, Abdullah Gani Gere Wara, mengatakan Ende memperoleh lima lokasi Kampung Nelayan Merah Putih melalui pembangunan tahap kedua dan ketiga. Satu lokasi berada di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, yang progres pembangunannya sekitar 70 persen sebelum terhenti akibat gempa bumi, sementara empat lokasi lainnya berada di Kelurahan Tetandara, Desa Waka, Desa Sarurangga, dan Desa Buliwar Lau.
“Untuk lokasi Kebirangga, fasilitas yang disiapkan meliputi tambatan perahu, kios perbekalan, pabrik es, fasilitas rantai dingin atau cold storage, sentra kuliner, docking kapal, dan kantor pengelola. Sementara empat lokasi lainnya telah melalui tahapan pengecekan awal sebagai persiapan pembangunan”, ucap Abdullah kepada RRI saat wawancara pagi, Rabu, 7 Oktober 2026.
Abdullah menjelaskan, konsep kawasan tersebut tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga mendukung aktivitas nelayan sejak persiapan melaut hingga pengolahan hasil tangkapan. Ketersediaan BBM, es, kebutuhan pokok, alat tangkap, kapal, serta fasilitas pendukung lainnya diharapkan membuat nelayan lebih produktif dan mampu melaut dengan dukungan logistik yang memadai.
“Program ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru melalui kegiatan docking kapal, sentra kuliner, bongkar muat, hingga pengolahan hasil perikanan. Pemerintah memilih lokasi yang memiliki basis masyarakat nelayan kuat, dengan hasil survei menunjukkan sedikitnya 60 persen warga di lokasi sasaran berprofesi sebagai nelayan”, ujarnya.
Abdullah menyebut tantangan utama program berada pada kapasitas sumber daya manusia nelayan, sehingga pembinaan dan pelatihan akan terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Ende juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pihak terkait untuk mengawal pembangunan, sementara pengelolaan ke depan diarahkan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari upaya menciptakan kepastian pasar, stabilitas harga, dan peningkatan pendapatan nelayan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....