Yohanes Dorong Disabilitas Bangkit dan Mandiri Lewat Keterampilan

  • 06 Okt 2026 08:01 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Yohanes Mancur, pelaku usaha pijat terapi di Labuan Bajo, mendorong penyandang disabilitas untuk tidak melihat kondisi fisik sebagai batas dalam berkarya dan berusaha.
  • Penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja, berusaha, dan berkontribusi di tengah masyarakat melalui pengembangan keterampilan.
  • Interaksi lebih banyak dengan masyarakat membantu penyandang disabilitas membangun kepercayaan diri dan memperluas peluang ekonomi mereka.

RRI.CO.ID, Ende - Pelaku usaha pijat terapi di Labuan Bajo, Yohanes Mancur, mendorong penyandang disabilitas untuk bangkit, mengembangkan keterampilan, dan tidak melihat kondisi fisik sebagai batas untuk berkarya. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja, berusaha, dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Yohanes dalam Program Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Ende, Sabtu, 3 Oktober 2026, saat membahas pengembangan keterampilan pijat terapi sebagai salah satu jalan menuju kemandirian. Ia mengajak penyandang disabilitas untuk lebih banyak berbaur dengan masyarakat agar mampu membangun kepercayaan diri sekaligus memperluas kesempatan ekonomi.

Yohanes juga meminta keluarga dan masyarakat mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas, bukan semata sebagai penerima bantuan. Ia menilai penyandang disabilitas juga memiliki potensi untuk mandiri secara ekonomi, bahkan dapat menjadi pihak yang membantu orang lain sesuai kemampuan yang dimiliki.

Menurut Yohanes, pengembangan keterampilan pijat terapi perlu diarahkan tidak hanya untuk memberikan layanan kepada pelanggan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Penyandang disabilitas yang telah menguasai keterampilan tersebut, kata dia, dapat ikut mengenalkan layanan pijat terapi yang profesional sekaligus meluruskan stigma negatif yang masih melekat terhadap profesi tersebut.

“Sebagai penyandang disabilitas, saya melihat keterampilan pijat terapi ini sebagai peluang untuk kita bisa mandiri dan memiliki penghasilan. Karena itu, saya mengajak teman-teman sesama penyandang disabilitas untuk tidak minder, terus belajar dan menguasai keterampilan ini secara profesional. Selain memberikan layanan kepada masyarakat, kita juga bisa ikut menunjukkan bahwa penyandang disabilitas mampu berkarya dan memiliki keahlian yang bermanfaat,” ujar Yohanes.

Ia menilai prioritas utama dalam program pemberdayaan adalah memperkuat pelatihan dan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berbagi pengetahuan dengan masyarakat luas. Dengan keterampilan, kesempatan, dan lingkungan yang inklusif, penyandang disabilitas dapat membangun usaha, memperoleh penghasilan, serta menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

Yohanes berharap dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha terus diperkuat agar penyandang disabilitas memiliki akses yang lebih luas terhadap pekerjaan dan pengembangan usaha. Ia menegaskan, perbedaan kondisi fisik tidak seharusnya membatasi seseorang untuk belajar, bekerja, berkarya, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....