Dukungan Huntap Naik, BNPB Percepat Pemulihan Penyintas Lewotobi

  • 05 Okt 2026 08:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan pemerintah terus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, meskipun sejumlah proses penanganan membutuhkan waktu. Penegasan tersebut disampaikan Direktur Bidang Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap, saat penyerahan DTH tahap II di Larantuka, Senin 28 September 2026.

Nelwan mengatakan setiap penggunaan anggaran negara harus dilakukan secara akuntabel dan melalui tahapan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, proses penanganan kebutuhan masyarakat terdampak bencana tidak selalu dapat dilakukan secara langsung.

Menurutnya, proses administrasi dan verifikasi diperlukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Ia menegaskan kondisi tersebut bukan berarti pemerintah mengabaikan tanggung jawab terhadap masyarakat penyintas.

Nelwan menyebut bantuan DTH tahap II menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah dalam memenuhi hak-hak masyarakat terdampak erupsi. BNPB juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur dalam melanjutkan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

Ia menjelaskan dukungan pembangunan hunian tetap mengalami peningkatan dibandingkan rencana sebelumnya. Jika sebelumnya dukungan pembangunan ditetapkan sebesar Rp60 juta per unit, tahun ini nilainya meningkat menjadi Rp70 juta per unit.

Peningkatan dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pembangunan hunian yang lebih layak bagi masyarakat penerima manfaat. BNPB juga berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat penerima dan pelaksana pembangunan terus diperkuat agar proses pemulihan berjalan lebih baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, mengakui masih terdapat keterlambatan dalam sejumlah proses pelayanan pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, sebagian keterlambatan dipengaruhi kompleksitas aturan birokrasi dan pengelolaan keuangan.

Namun, Wabup menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat. Ia meminta aparatur bekerja secara profesional dengan mengedepankan kemampuan, pengalaman dan komitmen moral dalam memberikan pelayanan.

“Tolak ukur kinerja adalah hasil, bukan teori,” kata Ignasius Boli. Ia juga mengapresiasi BNPB, BPBD Flores Timur dan seluruh pihak yang terus mendukung penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....