Yohanes Dorong Akses Kerja Disabilitas Lewat Pijat Terapi

  • 04 Okt 2026 06:47 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Yohanes Mancur, pelaku usaha pijat terapi di Labuan Bajo, mendorong penguatan akses kerja bagi penyandang disabilitas melalui tiga pilar utama: pelatihan, legalitas profesi, dan lingkungan usaha yang ramah disabilitas.
  • Dukungan akses kerja bagi penyandang disabilitas penting untuk memberi ruang lebih luas agar mereka dapat mengembangkan keterampilan dan membangun usaha secara mandiri tanpa bergantung pada pihak lain.
  • Salah satu tantangan utama dalam memulai usaha pijat terapi adalah membangun kepercayaan pelanggan dan mengenalkan layanan yang profesional kepada masyarakat luas.

RRI.CO.ID, Ende - Pelaku usaha pijat terapi di Labuan Bajo, Yohanes Mancur, mendorong penguatan akses kerja bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan, legalitas profesi, dan lingkungan usaha yang ramah disabilitas. Menurut Yohanes, dukungan tersebut penting agar penyandang disabilitas memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan keterampilan dan membangun usaha secara mandiri.

Yohanes menyampaikan hal itu dalam Program Ruang Disabilitas RRI, Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan tema pemberdayaan penyandang disabilitas melalui keterampilan pijat terapi. Ia mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi saat memulai usaha adalah membangun kepercayaan pelanggan dan mengenalkan layanan pijat terapi yang profesional kepada masyarakat.

Menurut Yohanes, sikap sopan, kemampuan berkomunikasi, penguasaan teknik pijat, serta kemauan berbaur dengan masyarakat menjadi modal penting dalam mempertahankan pelanggan. Ia juga menilai pelaku usaha pijat terapi perlu memiliki legalitas yang jelas agar lebih percaya diri dalam memasarkan jasa kepada masyarakat, termasuk wisatawan.

Yohanes meminta pemerintah dan lembaga pelatihan memperbanyak program peningkatan keterampilan bagi penyandang disabilitas, termasuk pelatihan public speaking. Di sisi lain, pelaku usaha hotel, restoran, dan sektor pariwisata di Labuan Bajo dinilai dapat membuka kesempatan kerja serta menyediakan infrastruktur yang mudah diakses penyandang disabilitas.

Dukungan keluarga juga disebut menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha yang dijalankan penyandang disabilitas. Yohanes mengaku mendapat dukungan penuh dari istri dan anak-anaknya, sehingga tetap mampu menjalankan usaha meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam membangun pelanggan dan mengembangkan layanan.

Dalam pengembangan pijat terapi sebagai program pemberdayaan, Yohanes menilai penyandang disabilitas tidak hanya perlu menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berbagi pengetahuan kepada masyarakat. Ia mendorong penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan keterampilan, membangun relasi, dan menunjukkan kemampuan ekonomi melalui pekerjaan yang ditekuni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....