Sebanyak 650 Bangunan Terdampak Gempa NTT Ditangani Bertahap
- 02 Okt 2026 14:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo - Pemerintah menyiapkan penanganan terhadap sekitar 650 bangunan terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdiri atas bangunan peribadatan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan keagamaan. Penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari pembersihan kerusakan ringan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan yang mengalami kerusakan sedang dan berat.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti saat meninjau fasilitas publik dan infrastruktur terdampak gempa di Nagekeo, Kamis 1 Oktober 2026 mengatakan, dalam penanganan tanggap darurat, bangunan yang mengalami kerusakan ringan akan menjadi prioritas untuk dibersihkan dan diperbaiki. Pemerintah menargetkan penanganan kerusakan ringan dapat diselesaikan pada 2026.
Sementara bangunan dengan kerusakan sedang hingga berat akan masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi atau rehab-rekon pada 2027. “Yang rusak ringan kita lakukan pembersihan dan perbaikan sampai selesai tahun ini. Sedangkan yang rusak sedang sampai berat, nanti kita tangani pada 2027. Saat ini kita siapkan perencanaannya terlebih dahulu, termasuk melihat kondisi struktur bangunan,” ujarnya.
Selain fasilitas publik, penanganan juga dilakukan terhadap sejumlah jembatan yang terdampak gempa. Berdasarkan hasil peninjauan, jembatan-jembatan di sepanjang jalur Ende hingga Nagekeo yang membutuhkan penanganan darurat telah diselesaikan dan kembali berfungsi. Meski demikian, masih terdapat beberapa jembatan yang kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut melalui program rehab-rekon.
Pemerintah juga tengah mengidentifikasi bangunan publik dan fasilitas pemerintahan yang mengalami kerusakan. Untuk kerusakan ringan, pembersihan dan penanganan darurat dilakukan segera, sedangkan kerusakan sedang dan berat akan ditangani melalui program rehab-rekon setelah perencanaan teknis disiapkan.
Langkah tersebut dilakukan agar pemulihan pascagempa dapat berjalan bertahap dengan memprioritaskan fasilitas yang membutuhkan penanganan segera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....