Pendampingan Jadi Kunci Keberlanjutan Program TEKAD
- 01 Okt 2026 08:49 WIB
- Ende
Poin Utama
- Pendampingan kelompok masyarakat menjadi perhatian dalam menjaga keberlanjutan Program TEKAD di Kabupaten Manggarai.
- Kepala Bidang Pembangunan Desa Dinas PMD Kabupaten Manggarai, Paul Gani, mengatakan TEKAD memasuki fase pengakhiran tahun 2026.
- Monev dilakukan untuk melihat perkembangan kelompok dan unit kegiatan yang telah dilaksanakan selama program berjalan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bahan penyusunan rencana pengembangan pada fase pengakhiran.
- Pada 28 hingga 29 September 2026, tim melakukan monev di sejumlah desa lokus TEKAD. Lokasi tersebut meliputi Desa Rai, Desa Benteng Kuwu, dan Desa Todo.
- Menurutnya, pendampingan akan berpengaruh terhadap kemampuan kelompok dalam mempertahankan kegiatan ekonomi. Pemerintah daerah dan desa diharapkan terus mendukung kelompok setelah Program TEKAD berakhir.
RRI.CO.ID, Manggarai – Pendampingan kelompok masyarakat menjadi perhatian dalam menjaga keberlanjutan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Manggarai. Langkah tersebut dilakukan karena Program TEKAD memasuki fase pengakhiran pada 2026, sehingga kelompok membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Kepala Bidang Pembangunan Desa Dinas PMD Kabupaten Manggarai, Paul Gani, mengatakan Program TEKAD memasuki fase pengakhiran pada 2026. Karena itu, pendampingan dan monitoring terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program di desa-desa lokus.
“Dukungan pemerintah daerah dan pemerintah desa akan sangat menentukan keberlanjutan program,” ujarnya, kepada RRI pada, Selasa, 29 September 2026.
Monev dilakukan untuk melihat perkembangan kelompok dan unit kegiatan yang telah dilaksanakan selama program berjalan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bahan penyusunan rencana pengembangan pada fase pengakhiran.
Pada 28 hingga 29 September 2026, tim melakukan monev di sejumlah desa lokus TEKAD. Lokasi tersebut meliputi Desa Rai, Desa Benteng Kuwu, dan Desa Todo.
Paul menekankan pentingnya keberlanjutan pendampingan bagi kelompok masyarakat. Menurutnya, peran fasilitator tetap dibutuhkan agar kelompok mampu mengembangkan usahanya setelah Program TEKAD berakhir.
“Dukungan pendampingan fasilitator terhadap kelompok masyarakat agar terus dilakukan meskipun program berakhir,” katanya.
Menurutnya, pendampingan akan berpengaruh terhadap kemampuan kelompok dalam mempertahankan kegiatan ekonomi. Pemerintah daerah dan desa diharapkan terus mendukung kelompok setelah Program TEKAD berakhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....