Kemarau Tekan Produktivitas Petani Sayur Wolokelo
- 30 Sep 2026 14:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Petani sayur di Desa Wolokelo, Kabupaten Ende, mengalami penurunan produktivitas akibat kemarau dan cuaca panas yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat sejumlah tanaman sayuran yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat mengalami gangguan pertumbuhan hingga gagal panen.
Salah satu petani Desa Wolokelo, Yulius Pelipus Sedo atau yang akrab disapa Bronjo, kepada RRI Selasa, 29 September 2026 mengatakan kondisi cuaca panas berdampak langsung terhadap tanaman yang dibudidayakan petani. Menurutnya, penurunan hasil panen membuat pendapatan petani sayur ikut mengalami tekanan.
“Tanaman sayur yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat mengalami gagal panen akibat cuaca panas, sehingga sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani,” ujar Bronjo.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dirasakan petani karena hasil produksi sayuran menjadi tidak seperti biasanya. Berkurangnya hasil panen juga membuat petani harus menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dari sektor pertanian.
Kemarau yang berkepanjangan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani sayur di Desa Wolokelo. Para petani berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga lahan pertanian kembali mendapatkan sumber air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Bagi masyarakat Wolokelo, pertanian sayuran memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga. Karena itu, penurunan produktivitas akibat kondisi cuaca menjadi perhatian bagi keberlanjutan usaha tani masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....