Gotong Royong Diterjemahkan Jadi Kolaborasi Pariwisata
- 30 Sep 2026 12:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Nilai gotong royong dalam pariwisata kini tidak hanya diwujudkan melalui kerja bersama masyarakat secara langsung, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berbagai pihak. Tour Guide Robertus Waka menyebut kolaborasi menjadi kebutuhan penting agar destinasi dapat berkembang dan memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan.
Hal tersebut disampaikan Robertus dalam program OBRAS (Obrolan SPADA) Pro 2 RRI Ende, Senin, 21 September 2026. Menurutnya, pelaku pariwisata tidak dapat bekerja sendiri karena setiap unsur memiliki peran yang saling berkaitan.
Robertus menjelaskan, seorang tour guide membutuhkan dukungan masyarakat lokal, pemerintah, hotel, restoran, agen perjalanan hingga komunitas. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menentukan bagaimana sebuah destinasi memberikan pengalaman kepada wisatawan.
Ia menilai ketika salah satu unsur tidak berjalan dengan baik, pengalaman wisatawan juga dapat terganggu. Karena itu, semangat gotong royong perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja sama antarpemangku kepentingan, bukan sekadar dimaknai sebagai aktivitas bersama.
Dalam konteks tersebut, Robertus menyinggung pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, media, masyarakat dan pelaku pariwisata. Wisatawan juga menjadi bagian dari ekosistem karena pengalaman mereka turut menentukan keberlanjutan hubungan antara destinasi dan pengunjung.
“Destinasi tidak mungkin berkembang hanya karena satu orang atau satu perusahaan, tapi dibutuhkan kolaborasi,” kata Robertus. Kolaborasi tersebut, menurutnya, menjadi bentuk baru penerapan nilai gotong royong dalam menghadapi kebutuhan pariwisata saat ini.
Robertus juga mengaitkan kolaborasi tersebut dengan pengembangan community-based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan wisatawan, masyarakat lokal, kelestarian alam dan kesejahteraan.
Dengan demikian, gotong royong tidak hanya menjadi nilai budaya yang diwariskan, tetapi dapat menjadi cara kerja dalam membangun pariwisata. Kolaborasi lintas pihak dinilai penting agar manfaat pengembangan destinasi tidak berhenti pada pelaku usaha, tetapi turut dirasakan masyarakat lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....