Ile Ape dan Ile Ape Timur Hadapi Dampak Ganda pada Pertanian
- 22 Sep 2026 14:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Musim kemarau dan paparan abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok berdampak pada pertanian masyarakat di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Kondisi tersebut memengaruhi ketersediaan air, tanaman pertanian, serta pakan ternak masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Ade Hasan Yusup mengatakan, dampak kekeringan mulai dirasakan hampir di seluruh wilayah Lembata. Namun, kondisi lebih berat terjadi di Ile Ape dan Ile Ape Timur karena menghadapi kekeringan sekaligus paparan abu vulkanik.
“Yang lebih berat itu di Ile Ape dan Ile Ape Timur, karena selain kekeringan, juga ada dampak dari erupsi Gunung Ile Lewotolok,” ujar Ade kepada RRI Senin 21 September 2026.
Menurut Ade, kekeringan menyebabkan sejumlah tanaman mulai layu dan menggugurkan daun seiring berkurangnya ketersediaan air. Sementara itu, abu vulkanik turut berdampak pada tanaman kelapa, jambu, pisang dan berbagai tanaman hortikultura.
Dampak abu vulkanik juga dirasakan masyarakat yang beternak karena pakan ternak ikut terpapar abu. Kondisi tersebut membuat peternak kesulitan memanfaatkan pakan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan ternaknya.
Sementara itu, Kepala Desa Lamagute, Kecamatan Ile Ape Timur, Romanus Jariaman mengatakan, kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan air bagi masyarakat desa. Desa Lamagute selama ini mengandalkan dua sumur, namun keduanya tidak dapat dimanfaatkan setelah terkena abu vulkanik.
“Karena kami hanya menggunakan dua sumur, dengan abu vulkanik maka sumur yang ada kami tidak bisa manfaatkan lagi,” kata Romanus.
Romanus mengatakan masyarakat yang bekerja sebagai petani dan peternak turut mengalami kesulitan akibat kondisi tersebut. Pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan dan abu vulkanik, terutama pada kebutuhan air, pertanian dan peternakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....