Guru dan Orang Tua Bangun Kelas Darurat SDN Oka

  • 22 Sep 2026 12:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Guru dan orang tua siswa SD Negeri Oka di Dusun Loimite, Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membangun ruang belajar darurat dari bambu, Senin (21/9/2026). Langkah ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setelah tiga ruang kelas sekolah rusak akibat gempa Flores pada 15 Agustus 2026.

Ruang belajar darurat tersebut dibangun secara swadaya oleh orang tua siswa dengan memanfaatkan bambu sebagai rangka utama. Sementara bagian atap menggunakan terpal yang diperoleh dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka.

Ketua Komite SDN Oka, Benediktus Tiko, mengatakan tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan merupakan bagian dari bangunan lama sekolah. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah dan orang tua harus mencari alternatif tempat belajar agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran.

“Harapan kami, tiga ruang kelas yang terdampak gempa, khususnya di SDN Oka, bisa segera direalisasikan pembangunannya supaya anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aman,” ujar Benediktus, Senin 21 September 2026. Ia berharap pemerintah dapat mempercepat pembangunan kembali ruang kelas yang rusak sehingga proses pendidikan tidak terus berlangsung dalam kondisi darurat.

Guru SDN Oka, Nestor Langga, menjelaskan ruang belajar darurat dari bambu tersebut akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar selama ruang kelas utama belum dapat difungsikan. Pembangunannya melibatkan sejumlah orang tua siswa yang bergotong royong menyiapkan rangka hingga ruang tersebut siap digunakan.

“Beberapa orang tua murid bersama-sama mengerjakan tenda darurat untuk proses KBM karena beberapa ruang kelas rusak, dan kami mendapat bantuan terpal dari Dinas PKO,” kata Nestor. Bantuan terpal tersebut menjadi bagian penting dalam penyediaan tempat belajar sementara bagi siswa SDN Oka.

Sebelum ruang belajar darurat dibangun, guru dan siswa sempat mengikuti kegiatan trauma healing di lapangan setelah gempa mengguncang wilayah Flores. Kegiatan belajar mengajar juga dilakukan di bawah pohon yang berada di depan gedung SDN Oka sebagai upaya menjaga keberlanjutan pembelajaran.

Kerusakan tiga ruang kelas membuat kebutuhan ruang belajar yang aman menjadi perhatian utama sekolah dan orang tua siswa. Ruang darurat berbahan bambu kini menjadi solusi sementara sembari menunggu penanganan dan pembangunan kembali fasilitas sekolah yang terdampak gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....