Kesbangpol NTT: Bela Negara Dimulai dari Kepedulian Sesama

  • 20 Sep 2026 07:22 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pertahanan negara, tetapi juga melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari seperti gotong royong dan kepedulian sosial.
  • Kepala Kesbangpol Provinsi NTT, Noldy Hosea Pellokila, menekankan bahwa bela negara merupakan sikap dan tindakan warga negara yang dilandasi kecintaan terhadap bangsa dan negara.
  • Menjaga kerukunan, ikut menyelesaikan persoalan lingkungan, dan kepedulian terhadap sesama adalah bentuk pengamalan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat.

RRI.CO.ID, Ende – Semangat bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan yang berkaitan dengan pertahanan negara, tetapi juga dapat dilakukan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong, kepedulian terhadap sesama, menjaga kerukunan, serta ikut menyelesaikan persoalan di lingkungan menjadi bagian dari pengamalan nilai bela negara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Noldy Hosea Pellokila, dalam wawancara bersama RRI Ende, Sabtu,19 September 2026. Menurutnya, bela negara perlu dipahami sebagai sikap dan tindakan warga negara yang dilandasi kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Noldy menjelaskan, masyarakat memiliki ruang yang luas untuk mengaktualisasikan semangat bela negara tanpa harus menunggu adanya ancaman terhadap negara. Sikap saling membantu, menjaga keamanan lingkungan, menghormati perbedaan, serta membangun solidaritas sosial merupakan bentuk nyata kontribusi masyarakat bagi bangsa.

Ia menilai budaya gotong royong yang telah lama hidup di tengah masyarakat NTT menjadi salah satu modal sosial dalam memperkuat persatuan. "Ketika masyarakat bersedia bekerja bersama dan membantu warga yang membutuhkan, nilai kebangsaan tidak hanya menjadi slogan, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Menurut Noldy, kepedulian terhadap sesama juga semakin penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Kepedulian dapat diwujudkan melalui perhatian terhadap kelompok rentan, membantu warga yang mengalami kesulitan, serta tidak bersikap acuh terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Semangat bela negara, lanjutnya, juga berkaitan erat dengan kemampuan masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang sosial harus menjadi kekuatan bersama, bukan alasan untuk membangun jarak atau konflik di tengah masyarakat.

Noldy mengajak masyarakat NTT untuk terus menanamkan nilai Pancasila melalui tindakan nyata. "Menjaga toleransi, menaati aturan, menghargai hak orang lain, menjaga lingkungan, serta berpartisipasi dalam pembangunan merupakan bentuk kontribusi warga negara sesuai peran masing-masing," katanya.

Ia berharap pemahaman mengenai bela negara dapat terus diperkuat mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, komunitas hingga masyarakat luas. Dengan demikian, bela negara tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi karakter dan kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....