Stok Sembako Pasca Gempa di Ende Diklaim Aman, Pedagang Keluhkan Pasokan

  • 16 Sep 2026 09:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Ketersediaan sembako pasca gempa di sejumlah pasar Kota Ende dan sekitarnya dipastikan masih aman untuk beberapa bulan mendatang. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ende terus memantau stok, distribusi, serta perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Kepala Disperindag Kabupaten Ende, Mohamad Syahrir, mengatakan pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan pasokan tetap tersedia. Monitoring menyasar gudang distributor, agen, hingga kondisi langsung di pasar-pasar wilayah Kota Ende dan sekitarnya.

"Harga beras medium lokal kini mulai kembali normal setelah sebelumnya mengalami pergerakan pascagempa. Harga beras medium lokal saat ini berada sekitar Rp14.000 per kilogram, sedangkan komoditas lainnya masih tergolong normal." kata, Rabu 16 September 2026.

Syahrir meminta masyarakat tidak panik menghadapi kondisi pascagempa yang dapat memicu kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok. Ia juga mengingatkan warga tidak mudah terpengaruh informasi provokatif maupun kabar bohong mengenai kelangkaan sembako.

Namun, kondisi berbeda disampaikan pedagang Pasar Mbongawani Ende, Karmila, yang mengaku mengalami keterbatasan stok sembako. Menurutnya, pemesanan beras melalui Bulog masih terbatas, sementara pasokan dari luar daerah memiliki harga pembelian lebih tinggi.

Karmila mengatakan keterbatasan pasokan tersebut turut memengaruhi harga beras yang dijual kepada masyarakat di pasar. Ketika stok dagangan habis, pedagang terpaksa membeli dari pemasok lain dengan rantai distribusi lebih panjang.

Kondisi tersebut membuat harga pembelian pedagang menjadi berbeda sehingga harga jual sulit mengikuti ketetapan pemerintah. Pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin kelancaran pasokan beras.

"Kami menilai kestabilan pasokan menjadi faktor penting agar pedagang dapat menjual beras sesuai harga ditetapkan Disperindag" ujarnya. Menurutnya, keterbatasan stok membuat pedagang menghadapi biaya tambahan ketika harus memperoleh barang melalui perantara.

Pemerintah Kabupaten Ende terus melakukan pemantauan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia setelah gempa. Perbedaan kondisi antara pemantauan pemerintah dan pengalaman pedagang menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas pasokan pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....