Lembata Masih Miliki 11 Kawasan Kumuh, Luasnya Capai 63,94 Hektare

  • 15 Sep 2026 14:00 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata mencatat masih terdapat 11 kawasan kumuh dengan luas mencapai 63,94 hektare yang tersebar di lima kecamatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menyusun arah pembangunan perumahan dan kawasan permukiman hingga 20 tahun mendatang.

Penyusunan strategi tersebut dibahas melalui Konsultasi Publik Rancangan Perda RP3KP Tahun 2026–2046 di Aula Kantor Camat Nubatukan, Rabu 9 September 2026. Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar pemerintah menata kawasan permukiman sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir mengatakan, pembangunan perumahan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, hunian yang layak merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat dan harus dirancang secara berkelanjutan.

“Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang membangun keluarga dan masa depan generasi,” ujar Wabup Nasir.

Wabup Nasir menjelaskan, RP3KP akan menjadi arah kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman Lembata selama dua dekade mendatang. Penyusunannya perlu memperhatikan kondisi wilayah, kearifan lokal, karakter geografis, serta potensi risiko bencana.

Selain kualitas hunian, pemerintah masih menghadapi persoalan keterbatasan sanitasi, air bersih, dan fasilitas dasar pendukung permukiman. Karena itu, penanganan kawasan kumuh perlu dilakukan secara terpadu agar peningkatan kualitas rumah diikuti perbaikan lingkungan sekitarnya.

Pemerintah daerah menargetkan Perda RP3KP segera ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan program penanganan kawasan kumuh. Penetapan regulasi tersebut juga diperlukan agar pemerintah memiliki arah kebijakan yang jelas dalam pembangunan perumahan dan permukiman.

Melalui RP3KP 2026–2046, pemerintah daerah berupaya mengurangi kawasan kumuh sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menghadirkan hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan sesuai karakter wilayah Lembata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....