Festival Lontar Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Ende

  • 15 Agt 2026 17:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Festival Lontar mendorong generasi muda di Ende untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan keterampilan menganyam lontar sebagai bagian dari warisan budaya dan potensi ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga tradisi lontar yang mulai menghadapi tantangan regenerasi.

Pegiat budaya sekaligus guru SMAK Santo Petrus Ende, Yohanes Borgias Riga, mengatakan Festival Lontar digelar untuk mengajak anak-anak dan generasi muda mengenal kembali pemanfaatan lontar. Menurutnya, lontar tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai budaya dan filosofi yang diwariskan leluhur.

“Mari kita lestarikan budaya kita karena budaya adalah jati diri bangsa. Orang muda itu pewaris dan pelaku sebenarnya, jadi mari kita jaga, kita belajar untuk tetap mempertahankan dan melestarikan budaya,” ujar Yohanes Borgias Riga dalam program Bincang Budaya RRI, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, Festival Lontar diawali dengan workshop pada Maret 2026 dan dilanjutkan dengan festival pada Juni 2026. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelajar untuk belajar menghasilkan berbagai kerajinan berbahan lontar, seperti gelang, anting, topi, dompet, dan tas.

Menurut Yohanes, pemanfaatan lontar dalam kehidupan masyarakat mulai berkurang seiring penggunaan bahan modern dan plastik. Kondisi tersebut juga terlihat dari semakin sedikitnya generasi muda yang memiliki keterampilan menganyam, sementara sebagian besar penganyam yang masih aktif berasal dari kelompok usia lanjut.

“Kalau mereka sudah tidak ada, ya siapa lagi?” katanya. Ia menilai regenerasi penganyam perlu dilakukan secara berkelanjutan agar keterampilan menganyam lontar tetap diwariskan kepada anak-anak dan generasi muda.

Di SMAK Santo Petrus Ende, keterampilan menganyam lontar telah diterapkan dalam pembelajaran muatan lokal selama dua semester. Yohanes berharap Festival Lontar dapat terus dilaksanakan dengan waktu pelatihan yang lebih panjang agar generasi muda semakin terampil dan mampu mengembangkan inovasi berbasis potensi budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....