Bawaslu Gencarkan Literasi Demokrasi Cegah Polarisasi Masyarakat sejak Dini
- 08 Agt 2026 15:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat terus memperkuat literasi demokrasi kepada masyarakat sebagai upaya mencegah polarisasi, penyebaran hoaks, dan praktik politik transaksional sejak di luar tahapan pemilu. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi membangun demokrasi yang sehat dan berkualitas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena S. Seriang, SH, mengatakan masa di luar tahapan pemilu merupakan waktu yang paling efektif untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Pada periode tersebut, masyarakat dapat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas demokrasi tanpa dipengaruhi dinamika kontestasi politik.
"Justru di luar tahapan pemilu adalah fase emas untuk memperkuat literasi demokrasi dan membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun ujaran kebencian," katanya dalam siaran Kita Indonesia, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Bawaslu telah menjalankan berbagai program seperti Bawaslu School, Bawaslu Kampus, pendidikan politik, serta kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, kelompok perempuan, dan komunitas penyandang disabilitas. Program tersebut bertujuan melahirkan generasi yang kritis sekaligus bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Menurut Maria, tantangan terbesar demokrasi saat ini adalah polarisasi akibat politik identitas, disinformasi, dan rendahnya literasi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu bersama-sama mengedepankan dialog, menghargai perbedaan, serta menolak praktik politik uang yang dapat merusak kepercayaan publik.
Ia menambahkan, menjaga kualitas demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi seluruh warga negara. Dengan partisipasi aktif masyarakat, demokrasi diharapkan mampu memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menjadi investasi bagi masa depan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....