Pangan Lokal Perkuat Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya Bangsa Berkelanjutan
- 07 Agt 2026 13:16 WIB
- Ende
Poin Utama
- Pangan lokal memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga warisan budaya di tengah perubahan iklim dan meningkatnya ketergantungan terhadap pangan tertentu.
- Pangan lokal bukan sekadar sumber pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
- Komoditas lokal seperti ubi, jagung, sorgum, jewawut, pisang, kelor, dan hasil pangan lokal lainnya mencerminkan pengetahuan leluhur dalam beradaptasi dengan kondisi alam khususnya di Nusa Tenggara Timur dan Flores.
RRI.CO.ID, Ende - Pangan lokal dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga warisan budaya masyarakat di tengah perubahan iklim dan meningkatnya ketergantungan terhadap pangan tertentu. Hal tersebut disampaikan pemerhati dan aktivis pangan lokal sekaligus kader Posyandu, Yunina M. Malelak-Saduk, dalam program Bincang Budaya RRI Pro 1 Ende, Jumat, 7 Agustus 2026.
Yunina menjelaskan, pangan lokal bukan sekadar sumber pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Berbagai komoditas seperti ubi, jagung, sorgum, jewawut, pisang, kelor, dan hasil pangan lokal lainnya menjadi cerminan pengetahuan leluhur dalam beradaptasi dengan kondisi alam di Nusa Tenggara Timur, khususnya Flores.
Menurutnya, pangan lokal memiliki keunggulan karena lebih adaptif terhadap iklim kering, mudah diperoleh, bernilai gizi tinggi, serta mampu mendukung ketahanan pangan daerah. Selain itu, konsumsi pangan lokal juga memberikan manfaat bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak karena mendukung pemenuhan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan serta membantu meningkatkan kesehatan keluarga.
Yunina menilai, minat masyarakat terhadap pangan lokal mulai kembali tumbuh seiring meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat. Namun, tantangan masih dihadapi berupa dominasi pola konsumsi modern, minimnya inovasi produk, serta kurangnya promosi yang mampu menarik perhatian generasi muda terhadap pangan lokal.
Untuk itu, ia mendorong pengembangan produk pangan lokal menjadi makanan dan camilan yang lebih kreatif serta memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Pemerintah, sekolah, komunitas, dan keluarga diharapkan berkolaborasi melalui edukasi, pelatihan, dukungan kebijakan, hingga pembiasaan konsumsi pangan lokal agar generasi muda semakin bangga mengolah dan mengonsumsinya.
Yunina mengajak masyarakat menjadikan pangan lokal sebagai bagian dari konsumsi sehari-hari karena lebih segar, bergizi, aman, dan mudah dijangkau. Menurutnya, mengonsumsi pangan lokal tidak hanya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, tetapi juga melestarikan budaya sekaligus mendukung kesejahteraan petani serta perekonomian daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....