Mahasiswa Diminta Waspadai Modus Rekrutmen Sindikat Narkoba
- 06 Agt 2026 16:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Mahasiswa diminta lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan bergaji tinggi yang tidak jelas karena kerap menjadi pintu masuk perekrutan sindikat narkoba. Edukasi yang berkelanjutan, penguatan organisasi kemahasiswaan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.
Dalam program Obrolan SPADA bertajuk Mahasiswa dan Narkoba: Mengapa Kampus Menjadi Target Sindikat?, Kamis, 6 Agustus 2026, Anggota Divisi Dokumentasi dan Publikasi Forum Dinar NTT, Rut Venny Waworuntu, mengingatkan bahwa sindikat narkoba sering memanfaatkan kondisi ekonomi dan minimnya kewaspadaan mahasiswa. Salah satu modus yang patut dicurigai adalah tawaran pekerjaan dengan imbalan besar tanpa penjelasan tugas yang jelas serta meminta penerima mengantar paket yang tidak diketahui isinya.
Menurut Rut, mahasiswa juga harus mewaspadai komunikasi yang dilakukan secara tertutup, larangan bertanya, hingga permintaan menggunakan rekening atau identitas pribadi. Ia menegaskan bahwa setiap tawaran kerja perlu diverifikasi sebelum diterima agar mahasiswa tidak terjerat tindak pidana narkotika yang dapat menghancurkan masa depan. "Jika pekerjaan tidak jelas, bayarannya terlalu besar, dan diminta merahasiakan semuanya, jangan diterima. Luangkan waktu untuk berpikir dan diskusikan dengan keluarga, dosen, atau teman yang dipercaya," ujarnya.
Ia menilai organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan melalui edukasi, kampanye antinarkoba, serta pembentukan peer educator yang mampu menciptakan budaya saling peduli di lingkungan kampus. Selain itu, kampus didorong menerapkan program edukasi secara konsisten dengan pendekatan pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Rut menambahkan bahwa dosen, tenaga kependidikan, dan teman sebaya harus bekerja sama mengenali perubahan perilaku mahasiswa yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan narkoba. Jika menemukan teman yang mulai terlibat narkoba, mahasiswa disarankan mengedepankan pendekatan persuasif, mengajak mencari bantuan melalui kampus, konselor, atau lembaga terkait agar memperoleh rehabilitasi dan pendampingan yang tepat.
Ia mengingatkan, keterlibatan mahasiswa sebagai kurir narkoba membawa konsekuensi serius, mulai dari ancaman pidana, terhambatnya pendidikan, sulit memperoleh pekerjaan, hingga tekanan psikologis berkepanjangan. Karena itu, Forum Dinar NTT mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan dengan berani menolak narkoba serta mendukung Gerakan P4GN agar kampus tetap menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....