Festival Bale Nagi 2026 Dongkrak Ekonomi Lokal, UMKM Raup Ratusan Juta

  • 05 Agt 2026 16:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Festival Bale Nagi (FBN) dan Job Fair Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 resmi ditutup di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Sabtu 1 Agustus 2026. Selama tiga hari pelaksanaan, festival mencatat perputaran ekonomi sementara sebesar Rp174.417.700 dari aktivitas pelaku UMKM.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Heronimus Lamawuran, mengatakan capaian tersebut berasal dari 67 peserta pameran. Para peserta terdiri atas pelaku usaha kuliner, fesyen, dan komunitas dari Flores Timur, Lembata, hingga Kabupaten Sikka.

Selain menggerakkan ekonomi lokal, Festival Bale Nagi 2026 juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam penyelenggaraannya. Tercatat sebanyak 43 sponsor, 21 instansi BUMN dan BUMD, 10 vendor dengan sekitar 100 pekerja event, serta 48 mata acara yang didukung 27 sanggar seni dan 12 grup musik.

Festival juga diikuti ratusan peserta lomba dari jenjang PAUD, TK, hingga SMA. Heronimus menyebut tingginya partisipasi tersebut menunjukkan Festival Bale Nagi tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang kolaborasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Penyelenggaraan Festival Bale Nagi 2026 mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Bank Indonesia Perwakilan NTT, serta puluhan perusahaan sponsor. Keberhasilan festival menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk merencanakan dukungan anggaran yang lebih besar pada penyelenggaraan tahun 2027.

Dalam sambutan penutupan, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen juga menyoroti pelaksanaan Job Fair Provinsi NTT 2026 yang menyediakan 5.980 lowongan kerja. Lowongan tersebut terdiri atas 5.600 kesempatan kerja di luar negeri dan 380 lowongan di dalam negeri.

Bupati berharap generasi muda Flores Timur memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa melupakan jati diri sebagai masyarakat Lamaholot. Ia mengajak para pemuda yang bekerja di luar daerah maupun luar negeri tetap membawa semangat Kerubaki dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

"Mungkin orang merasa aneh, di tengah situasi bencana dan konflik sosial yang ada, Flores Timur masih bisa menyelenggarakan kegiatan besar seperti ini. Ini adalah keajaiban bahwa kita masih bisa tersenyum dan merayakan kebersamaan," ujar Doni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....