Ngada Siapkan 1.235 Hektare Program Cetak Sawah Rakyat Nasional

  • 02 Agt 2026 12:38 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kabupaten Ngada menerima alokasi Program Cetak Sawah Rakyat dari Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
  • Program memasuki tahap perencanaan melalui Survei, Investigasi, dan Desain (SID) yang dilakukan tim LP2M Universitas Jember.
  • Dari usulan awal 1.600 hektare lahan, hasil survei menunjukkan 1.235 hektare lahan yang dinilai berpotensi dan memenuhi persyaratan untuk dikembangkan menjadi sawah baru.

RRI.CO.ID, Ngada - Pemerintah Kabupaten Ngada memperoleh alokasi Program Cetak Sawah Rakyat dari Kementerian Pertanian sebagai bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Fabianus Sebastianus Pesek, S.P., saat wawancara bersama RRI di Florara Pagi, Sabtu, 1 Agustus 2026, mengatakan program tersebut kini memasuki tahap perencanaan melalui kegiatan Survei, Investigasi, dan Desain (SID).

Fabianus menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan sekitar 1.600 hektare lahan untuk program tersebut. Namun, berdasarkan hasil SID yang dilakukan tim LP2M Universitas Jember, terdapat 1.235 hektare lahan yang dinilai berpotensi dan memenuhi persyaratan untuk dikembangkan menjadi sawah baru.

Menurutnya, Ngada dipilih karena memiliki potensi lahan pertanian yang cukup besar. Meski demikian, proses penetapan lokasi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kawasan hutan, lahan baku sawah yang sudah ada, serta hasil penapisan teknis agar lokasi yang dipilih sesuai dengan ketentuan.

Saat ini pemerintah daerah menyiapkan tahapan lanjutan berupa sosialisasi kepada masyarakat, pendataan calon petani dan calon lokasi, serta penyusunan dokumen pendukung sebelum memasuki tahap konstruksi. Fabianus menegaskan, syarat utama dalam program ini adalah status lahan harus clear and clean, yakni bebas dari sengketa hukum sehingga pelaksanaan dapat berjalan sesuai target.

Ia menilai program tersebut akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Ngada. Dengan tambahan sekitar 1.235 hektare sawah baru, luas areal persawahan yang saat ini sekitar 7.000 hektare diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 8.000 hektare, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Fabianus juga mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan program dengan menyelesaikan persoalan status lahan sejak dini. Menurutnya, keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat akan membuka peluang usaha tani yang lebih produktif, memperkuat ekonomi petani, serta mendukung target ketahanan pangan daerah maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....