Gotong Royong dan Kearifan Lokal Dinilai Perkuat Ketangguhan Hadapi Bencana
- 31 Jul 2026 13:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kearifan lokal dan budaya gotong royong dinilai tetap memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Nilai-nilai tersebut dapat berjalan berdampingan dengan teknologi modern dalam upaya mitigasi maupun pemulihan pascabencana.
Hal itu disampaikan Nadya Najmi Putri, S.Sos., calon mahasiswa S2 Antropologi, dalam program OBRAS (Obrolan SPADA) Pro 2 RRI Ende, Rabu 29 Juli 2026. Menurutnya, pengalaman masyarakat yang diwariskan turun-temurun masih relevan untuk mengurangi risiko bencana.
Nadya mencontohkan kisah Smong dari masyarakat Simeulue, Aceh, yang mengajarkan warga segera menuju tempat tinggi setelah gempa dan air laut surut. "Cerita tradisi atau kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga menjadi sistem mitigasi bencana," ujarnya.
Ia menjelaskan budaya juga memengaruhi cara masyarakat menerima informasi ketika terjadi bencana. Di sejumlah daerah, masyarakat lebih mudah mengikuti arahan tokoh adat maupun tokoh agama yang mereka percaya.
Selain itu, Nadya menilai solidaritas sosial menjadi modal penting dalam mempercepat proses pemulihan. Bantuan pertama biasanya datang dari keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar sebelum lembaga resmi tiba di lokasi bencana.
Menurutnya, budaya gotong royong tercermin melalui kegiatan seperti membangun dapur umum, berbagi kebutuhan pokok, hingga membersihkan rumah yang terdampak. "Solidaritas bukan pelengkap, tetapi kebutuhan utama saat bencana karena yang pertama membantu biasanya adalah masyarakat sekitar," katanya.
Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial secara bijak untuk menyebarkan informasi yang akurat mengenai kebencanaan. Nadya menegaskan masyarakat yang tangguh dibangun melalui kolaborasi, kepercayaan, dan kepedulian antarsesama, bukan hanya melalui pembangunan fisik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....