Wujudkan TNI Manunggal Rakyat, Kodim 1602/Ende Bangun Jembatan Garuda di Wewaria

  • 28 Jul 2026 08:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kodim 1602/Ende membangun Jembatan Gantung Garuda di atas Sungai Lowolaka, Desa Fata'atuh Timur, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, sebagai upaya membantu mengatasi keterisolasian masyarakat. Pembangunan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026 itu menjadi wujud nyata kepedulian TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga.

Jembatan sepanjang 90 meter tersebut akan menghubungkan Desa Fata'atu Timur, Desa Aelipo, dan Desa Aendoko. Selama ini, masyarakat harus menghadapi risiko saat menyeberangi Sungai Lowolaka, terutama ketika debit air meningkat pada musim hujan.

Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian. Infrastruktur tersebut juga akan mempermudah akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Wewaria.

Pembangunan jembatan diperkirakan akan memberikan manfaat bagi sekitar 1.960 jiwa yang tersebar di tiga desa. Warga yang selama ini kesulitan melintas kini diharapkan memiliki akses transportasi yang lebih aman, cepat, dan dapat digunakan sepanjang tahun.

Danramil 1602-03/Detusoko, Lettu Inf. Muhammad Nasir, turun langsung memimpin dan mengawasi proses pembangunan bersama prajurit TNI dan masyarakat. Kehadiran Kepala Desa Fata'atuh Timur beserta warga juga menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyukseskan pembangunan tersebut.

"Pembangunan jembatan ini bukan hanya menghubungkan tiga desa, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat untuk memperoleh akses yang lebih aman, cepat, dan mudah," ujar Lettu Inf. Muhammad Nasir.

Komandan Kodim 1602/Ende, Letkol Inf. Nugroho Susanto, S.I.P., menegaskan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan implementasi tugas TNI dalam mendukung pembangunan nasional dan membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, jembatan tersebut menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.

"TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan akan selalu hadir untuk rakyat. Pembangunan Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar membangun sarana penghubung, tetapi membangun harapan dan membuka akses kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat," ujar Dandim.

Meski menghadapi tantangan berupa distribusi material yang menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam dari Kota Ende, proses pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan infrastruktur yang telah lama dinantikan warga.

Hingga Sabtu (25/7/2026), seluruh tahapan pembangunan berlangsung aman dan lancar. Melalui pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Kodim 1602/Ende kembali menegaskan komitmennya untuk hadir bersama rakyat, tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi pelopor pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....