Seluruh Siswa MIN 2 Lembata Ikuti Cek Kesehatan Gratis
- 24 Jul 2026 14:55 WIB
- Ende
Poin Utama
- Seluruh siswa MIN 2 Lembata mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan dan mendukung proses belajar yang optimal.
- Pemeriksaan dilakukan bersama Puskesmas Weiriang, meliputi pemeriksaan kesehatan umum, mata, gigi, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Program CKG menjadi bagian dari komitmen pemerintah meningkatkan kesehatan generasi muda melalui deteksi dini penyakit dan layanan kesehatan gratis di madrasah.
RRI.CO.ID, Lembata – Seluruh siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Lembata, mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah, Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini kondisi kesehatan peserta didik sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat untuk mendukung proses belajar yang lebih optimal.
Pemeriksaan dilaksanakan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) MIN 2 Lembata dengan melibatkan seluruh siswa kelas I hingga kelas VI. Layanan yang diberikan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, pemeriksaan gigi dan mulut, serta pemeriksaan kesehatan umum guna mengetahui kondisi kesehatan anak sejak dini.
Pelaksanaan program tersebut merupakan hasil kerja sama antara MIN 2 Lembata dan Puskesmas Weiriang. Kepala MIN 2 Lembata, Hatman Pa'Mudin, mengapresiasi dukungan tenaga kesehatan yang memberikan layanan pemeriksaan secara gratis kepada seluruh peserta didik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Weiriang yang telah memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada murid-murid MIN 2 Lembata. Sinergi ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mewujudkan peserta didik yang sehat sehingga mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal," ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para siswa juga mendapat edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Materi yang diberikan mencakup pentingnya menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, membiasakan mencuci tangan dengan benar, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Secara nasional, Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 8.823.183 peserta didik. Dari jumlah tersebut, 1.233.370 di antaranya merupakan siswa madrasah dan santri pesantren.
Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii, mengatakan selain memberikan manfaat bagi peserta didik, program ini juga membantu orang tua menghemat biaya dan waktu karena tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri di fasilitas kesehatan swasta. Menurutnya, peserta didik yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan akan memperoleh penanganan sesuai kondisi medis.
Jika masih dapat ditangani di puskesmas, pelayanan dilakukan di tingkat pertama. Namun apabila membutuhkan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit menggunakan jaminan BPJS Kesehatan.
Romo menegaskan, Program Cek Kesehatan Gratis merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan bagi generasi muda melalui deteksi dini penyakit sekaligus edukasi pola hidup sehat di lingkungan sekolah, termasuk madrasah dan pesantren.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....