Kemenag Flores Timur Dorong Gerakan Ekoteologi Berkelanjutan Bersama Masyaraka
- 21 Jul 2026 18:31 WIB
- Ende
Poin Utama
- Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menegaskan komitmen menjadikan gerakan ekoteologi sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga lingkungan hidup, khususnya ekosistem laut.
- Strategi pelestarian lingkungan ditempuh dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mendorong aparatur sipil negara menjadi teladan dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
- Kepala Kantor Kementerian Agama Yosef Aloysius Babaputra menekankan bahwa gerakan pelestarian lingkungan tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan upaya berkelanjutan yang melibatkan kerja sama dengan berbagai stakeholder.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menegaskan komitmennya menjadikan gerakan ekoteologi sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga lingkungan hidup, khususnya ekosistem laut. Strategi tersebut ditempuh dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi teladan dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, kepada RRI di dialog kentongan, Selasa, 21 Juli 2026, mengatakan gerakan pelestarian lingkungan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Karena itu, Kementerian Agama terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga, komunitas, serta kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Selain memperkuat kemitraan, Kementerian Agama juga mengarahkan seluruh ASN agar menjadi contoh dalam menjaga lingkungan melalui tindakan nyata di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari. Menurut Yosef, ASN tidak hanya bertugas memberikan pembinaan dan penyuluhan, tetapi juga harus menjadi pelaku yang menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Kementerian Agama Flores Timur juga mengajak generasi muda, pelajar, tokoh agama, dan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan melalui langkah-langkah sederhana. Di antaranya membiasakan memilah sampah organik dan anorganik, mengolah sampah organik menjadi kompos, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak perubahan iklim.
Yosef menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar gerakan ekoteologi mampu membangun budaya hidup yang sehat dan bersahabat dengan alam. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan investasi bagi generasi mendatang agar tetap mewarisi ekosistem yang terjaga.
Menutup dialog, Yosef mengajak masyarakat menjadikan pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama di tengah meningkatnya krisis iklim global. Ia menambahkan, perhatian terhadap isu lingkungan juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan para uskup se-Asia di Jakarta, sehingga seluruh umat beragama diharapkan turut mewujudkan kepedulian tersebut melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....