Kemenag Flores Timur Perkuat Ekoteologi Lewat Aksi Pelestarian Laut

  • 21 Jul 2026 16:39 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui program ekoteologi yang merupakan prioritas dalam Renstra 2025-2029.
  • Program ekoteologi dilaksanakan melalui aksi nyata seperti penanaman pohon, pelepasan tukik (anak penyu), dan rehabilitasi terumbu karang dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan.
  • Penguatan ekoteologi merupakan tanggung jawab moral aparatur sipil negara untuk menghadirkan praktik keberagamaan yang mencintai sesama sekaligus menjaga alam dalam menghadapi isu perubahan iklim dan krisis lingkungan.

RRI.CO.ID, Flores Timur - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui program ekoteologi yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029. Program tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, mulai dari penanaman pohon, pelepasan tukik, hingga rehabilitasi terumbu karang yang melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, kepada RRI, Selasa, 21 Juli 2026, mengatakan penguatan ekoteologi merupakan tindak lanjut dari Renstra Kementerian Agama 2025-2029 yang mengacu pada visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, isu perubahan iklim dan krisis lingkungan tidak hanya menjadi persoalan global, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh aparatur sipil negara untuk menghadirkan praktik keberagamaan yang mencintai sesama sekaligus menjaga alam.

Sejak 2024, Kementerian Agama Flores Timur telah melaksanakan berbagai aksi pelestarian lingkungan, di antaranya menanam ribuan pohon, menghijaukan kantor dan lembaga pendidikan keagamaan, menyediakan sarana pengelolaan sampah, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Pada Juni 2026, sebanyak 250 ekor tukik dilepasliarkan di perairan Solor Selatan bersama kelompok pemerhati lingkungan dan para guru madrasah.

Komitmen tersebut berlanjut melalui penanaman 450 fragmen terumbu karang di perairan Batu Mia, pesisir Larantuka, yang berlangsung pekan lalu. Kegiatan itu melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) San Domingo, mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada 2026, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Karang Taruna, Orang Muda Katolik (OMK), serta masyarakat pesisir sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memulihkan ekosistem laut.

Yosef menjelaskan rehabilitasi terumbu karang dipilih karena kondisi ekosistem laut dinilai mengalami penurunan akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan sehingga berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan. Melalui upaya tersebut, Kementerian Agama berharap habitat laut dapat pulih, produktivitas perairan meningkat, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Antusiasme masyarakat terhadap gerakan ekoteologi terus meningkat, terbukti dari tingginya partisipasi warga dalam setiap kegiatan pelestarian lingkungan yang digelar Kementerian Agama Flores Timur. Edukasi mengenai pelestarian lingkungan juga terus diperkuat melalui media sosial serta penyuluhan agama agar nilai-nilai menjaga bumi menjadi bagian dari kehidupan dan pengamalan ajaran keagamaan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....