Distan Flores Timur Ajak Petani Adaptif Hadapi Perubahan Cuaca Ekstrem

  • 15 Jul 2026 09:07 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Plt. Kepala Dinas Pertanian Flores Timur mengajak petani memanfaatkan informasi prakiraan cuaca BMKG untuk menyusun rencana tanam dan meminimalkan risiko gagal panen.
  • Stok pangan di Flores Timur masih dalam kategori aman dengan ketersediaan beras mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima bulan ke depan.
  • Pemerintah mendorong diversifikasi pangan lokal melalui pengembangan komoditas jagung, ubi, kacang-kacangan, dan hortikultura untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani.

RRI.CO.ID, Flores Timur - Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Yosef Sadi Openg, S.P., M.Si., mengajak petani untuk beradaptasi terhadap perubahan cuaca dengan memanfaatkan informasi prakiraan cuaca sebagai dasar dalam menyusun rencana tanam. Ajakan tersebut disampaikan dalam Dialog Kentongan RRI Ende, Selasa, 14 Juli 2026, sebagai upaya memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Yosef mengatakan kondisi stok pangan di Flores Timur hingga saat ini masih dalam kategori aman. Berdasarkan hasil analisis pemerintah daerah, ketersediaan beras diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima bulan ke depan, ditambah pasokan dari luar daerah serta cadangan pangan yang tersedia di Bulog.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi apabila cuaca ekstrem berlangsung lebih lama, di antaranya mendorong diversifikasi pangan lokal. Selain padi, masyarakat didorong mengembangkan komoditas seperti jagung, ubi, kacang-kacangan, dan hortikultura untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Yosef menegaskan informasi prakiraan cuaca dari BMKG memiliki peran penting dalam menentukan waktu pengolahan lahan, penanaman, hingga pemilihan benih yang sesuai. Dengan perencanaan yang tepat, risiko gagal panen akibat perubahan pola hujan maupun kekeringan dapat diminimalkan.

Di sisi lain, pemerintah terus memberikan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan agar mampu menerapkan teknik budidaya yang tepat, mulai dari pemilihan benih unggul, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim.

Yosef juga mengajak para petani untuk tetap optimistis dan menjadikan bertani sebagai profesi yang dijalankan dengan pengetahuan serta pembelajaran yang terus berkembang. Ia menegaskan pemerintah akan terus hadir memberikan pendampingan dan dukungan kepada petani agar mampu menghadapi tantangan cuaca serta menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Flores Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....