KKN-T MBKM Unwira Kupang Latih Aparat Desa Wolokaro Kelola Informasi Digital
- 09 Jul 2026 21:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang memberikan pelatihan digitalisasi informasi desa kepada aparat Desa Wolokaro, Rabu 8 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui platform digital.
Pelatihan yang berlangsung di Kantor Desa Wolokaro itu merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN-T MBKM. Program tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan aparatur desa dalam mengelola informasi secara cepat, akurat, transparan, dan berkelanjutan.
Koordinator kegiatan Selsilia Yuventris Oresti menjelaskan dalam pelatihan tersebut, ada tiga materi utama yang diberikan yakni pemanfaatan media sosial, pembuatan blog desa, serta penyusunan press release kegiatan desa. Ketiga materi tersebut dirancang untuk mendukung pengelolaan informasi desa agar lebih mudah diakses masyarakat sekaligus meningkatkan keterbukaan informasi publik.
"Saat ini serba digital, sehingga aparat desa sudah waktunya belajar dan melek terhadap perkembangan teknologi untuk kelancaran berbagai aktivitas pelayanan desa," katanya.
Selsilia kemukakan, digitalisasi informasi desa merupakan langkah strategis dalam memperkuat penyebaran informasi di era digital. Pemanfaatan media digital tidak dimaksudkan untuk menggantikan metode komunikasi yang telah berjalan, melainkan menjadi sarana pendukung agar informasi desa terdokumentasi dengan baik dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pada sesi pertama, aparat desa diperkenalkan dengan pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif. Peserta juga mendapatkan praktik menyusun konten informatif yang menarik dan mudah dipahami masyarakat.
Selanjutnya diberikan pendampingan dalam pembuatan blog desa sebagai media informasi resmi pemerintah desa. Blog tersebut diharapkan menjadi wadah publikasi kegiatan pemerintahan, potensi desa, pengumuman, serta dokumentasi yang dapat diakses masyarakat kapan saja.
Selsilia mengatakan, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai teknik penyusunan press release sebagai bentuk publikasi resmi kegiatan desa. Aparat desa dibimbing menerapkan prinsip 5W+1H, memahami struktur penulisan berita, hingga mempraktikkan penyusunan berita berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan di Desa Wolokaro.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung yang melibatkan seluruh peserta. "Antusiasme aparat desa terlihat dari partisipasi aktif selama mengikuti setiap sesi pelatihan dan pendampingan sangat bagus," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....