Modernisasi Tak Boleh Mengikis Nilai Toleransi Beragama
- 30 Jun 2026 21:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Modernisasi dan pesatnya perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan nilai toleransi agar tidak memicu konflik di tengah masyarakat yang majemuk. Generasi muda didorong memanfaatkan kemajuan digital secara bijak tanpa kehilangan semangat persaudaraan.
Hal itu disampaikan RD. Chosmas Oswyn Koba dalam Program OBRAS (Obrolan SPADA) Pro 2 RRI Ende, Selasa 30 Juni 2026. Menurutnya, teknologi telah dimanfaatkan berbagai agama untuk memperkuat pembinaan umat dan memperluas penyebaran nilai-nilai keagamaan.
Namun, ia menegaskan modernisasi harus diikuti pola pikir yang terbuka, dewasa, dan bijaksana. Tanpa sikap tersebut, perkembangan teknologi justru berpotensi memicu fanatisme serta melemahkan semangat hidup berdampingan.
Romo mengatakan tantangan terbesar menjaga toleransi di era digital adalah maraknya provokasi dan ujaran kebencian di media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang memecah belah persatuan.
"Kemajuan teknologi harus diikuti kemajuan peradaban, bukan mengikis nilai persaudaraan," ujar Romo.
Menurutnya, keluarga merupakan sekolah pertama dalam menanamkan nilai keimanan, karakter, dan sikap saling menghargai. Pendidikan sejak dini menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menghormati perbedaan tanpa kehilangan keyakinannya.
Selain keluarga, tokoh agama juga berperan memperkuat dialog lintas agama. Romo mencontohkan kerja sama umat Katolik dan Muslim di Paroki Santa Maria Pajermataram, Lampung Tengah, dalam mendukung perayaan Idulfitri dan Natal sebagai wujud nyata kerukunan.
Ia juga menilai ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama umumnya dilakukan oleh oknum yang tidak memahami ajaran agamanya secara utuh. Padahal, seluruh agama mengajarkan kasih sayang, perdamaian, dan penghormatan terhadap sesama.
Romo berharap masyarakat, khususnya generasi muda, terus menjaga nilai kemanusiaan di tengah arus modernisasi. Menurutnya, perbedaan agama dan keyakinan harus menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghormati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....