Petani Bandeng Ngada Bertahan di tengah Lonjakan Harga Pakan

  • 27 Jun 2026 14:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Terik matahari tidak menyurutkan semangat Yohanes Bosko Ono (65) memanen ikan bandeng di tambaknya di Desa Lekosambi Timur, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Dengan jala yang mulai usang, ia tetap menyusuri pematang tambak demi mendapatkan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Yohanes telah mengelola tambak berukuran sekitar 40 x 40 meter selama bertahun-tahun. Sejak menekuni usaha budi daya bandeng pada 2017, ia mengandalkan hasil panen untuk membeli beras, memenuhi kebutuhan pokok, hingga membiayai keperluan adat.

"Begini sudah kerja kami, jangan takut panas, intinya dapat rezeki, bisa beli beras," ujar Yohanes saat ditemui di tambaknya, Sabtu 20 Juni 2026. Ia mengaku merintis usaha tersebut hanya dengan modal tenaga, dibantu keluarga serta memanfaatkan peralatan sederhana.

Meski tidak memiliki latar belakang sebagai pembudi daya ikan, Yohanes belajar secara otodidak dengan bertanya kepada petani lain yang lebih berpengalaman. Pengalaman itu membantunya mengembangkan usaha hingga mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap tahun.

Namun, usaha tersebut kini dihadapkan pada tantangan kenaikan harga pakan. Yohanes mengatakan harga pakan mencapai sekitar Rp15 ribu per kilogram sehingga memaksanya mencampur pakan dengan bahan lokal seperti kelapa dan dedak padi agar biaya produksi tetap terjangkau.

"Kalau tidak begitu, kita kuat berapa, satu kilogram pakan harga Rp15 ribu, mau beli pakan atau beras," katanya. Menurutnya, tingginya biaya pakan menjadi persoalan utama yang memengaruhi keberlangsungan usaha petani bandeng di wilayah tersebut.

Keluhan serupa disampaikan petani bandeng lainnya, Romanus Munde (40). Ia menilai budi daya bandeng relatif mudah karena ikan dapat dipanen sewaktu-waktu ketika ada permintaan pasar, tetapi biaya pakan terus meningkat sehingga memberatkan petani.

Romanus menyebut kebutuhan pakan selama dua hari dapat menghabiskan biaya hingga Rp500 ribu per karung. Ia berharap pemerintah memberi perhatian terhadap penyediaan pakan agar usaha petani bandeng tetap berjalan dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di sisi lain, Romanus mengapresiasi penataan tambak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngada pada 2025. Menurutnya, perbaikan sarana tambak membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pengembangan usaha perikanan di Kecamatan Riung.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Ngada, Dominikus Bobi Isu, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung petani bandeng melalui program penataan tambak yang dibiayai APBD dengan anggaran lebih dari Rp200 juta. Selain itu, pada tahun ini pemerintah juga menyiapkan bantuan pakan sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan meringankan beban petani di wilayah utara Kabupaten Ngada.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....