Membangun Iman Kokoh Melalui Ketaatan pada Firman Tuhan

  • 25 Jun 2026 08:24 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Tema renungan yang diangkat adalah "Membangun di Atas Dasar yang Kokoh".
  • Injil Matius 7:21-29 menjadi dasar refleksi tentang pentingnya melakukan firman Tuhan.
  • Iman yang sejati ditunjukkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pengakuan lisan atau aktivitas keagamaan.
  • Kehidupan yang berlandaskan ajaran Kristus diyakini mampu bertahan menghadapi berbagai ujian dan tantangan hidup.

RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Maria Mather Dei Susana Neni, S.Ag, mengajak umat untuk membangun kehidupan iman di atas dasar yang kokoh melalui ketaatan terhadap firman Tuhan. Pesan tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi Katolik yang disiarkan RRI Pro 1 Ende, Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam renungannya yang mengangkat tema "Membangun di Atas Dasar yang Kokoh", Maria menyoroti Injil Matius 7:21-29 tentang perumpamaan dua orang yang mendirikan rumah di atas batu dan pasir. Menurutnya, pesan Yesus dalam bacaan tersebut menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya ditentukan oleh pengakuan iman secara lisan, tetapi juga oleh kesediaan menjalankan kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, banyak orang merasa telah berbuat besar bagi Tuhan melalui berbagai pelayanan rohani. Namun, Yesus mengingatkan bahwa yang terutama adalah ketulusan hati dan ketaatan yang nyata terhadap firman-Nya.

Maria menilai religiositas yang hanya tampak di permukaan berisiko menjauhkan seseorang dari makna iman yang sesungguhnya. Karena itu, umat diajak untuk tidak berhenti pada aktivitas keagamaan semata, melainkan menghadirkan nilai-nilai Injil dalam tindakan konkret.

Menurutnya, fondasi kehidupan yang dibangun di atas ajaran Kristus akan tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan. Ujian hidup seperti penderitaan, sakit penyakit, maupun krisis iman tidak mudah menggoyahkan mereka yang berakar kuat dalam firman Tuhan.

Melalui siaran tersebut, umat Katolik diajak untuk terus menghidupi firman Tuhan dalam keluarga, lingkungan kerja, dan kehidupan sosial. Dengan demikian, iman tidak hanya menjadi identitas, tetapi menjadi kekuatan yang membentuk karakter dan ketahanan spiritual dalam menghadapi perubahan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....