BPBD Ngada Perkuat Edukasi Kebencanaan untuk Masyarakat Tangguh
- 24 Jun 2026 16:04 WIB
- Ende
Poin Utama
- BPBD Ngada meningkatkan edukasi kebencanaan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
- Kabupaten Ngada memiliki 11 potensi ancaman bencana, termasuk gempa bumi, tsunami, longsor, dan erupsi gunung api.
- Masyarakat didorong menyiapkan tas siaga bencana dan memahami langkah penyelamatan diri untuk mengurangi dampak bencana.
RRI.CO.ID, Ngada - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada terus memperkuat edukasi kebencanaan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana. Langkah tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Ngada, Emanuel Kora, dalam Dialog Kentongan RRI Ende, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Emanuel, Kabupaten Ngada termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi dengan sedikitnya 11 potensi ancaman bencana. Ancaman tersebut meliputi gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, hingga erupsi gunung api yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Ia menjelaskan, tanah longsor masih menjadi bencana yang paling sering terjadi di Ngada, terutama saat curah hujan tinggi disertai angin kencang akibat cuaca ekstrem. Kondisi tersebut diperparah oleh perubahan iklim yang memicu meningkatnya intensitas fenomena cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk mengurangi risiko bencana, BPBD Ngada secara rutin melaksanakan sosialisasi dan edukasi kebencanaan di berbagai kecamatan dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat, sekolah, serta mitra pembangunan. Program tersebut juga akan diperluas ke lingkungan sekolah guna menanamkan pemahaman kesiapsiagaan sejak usia dini.
Emanuel menegaskan bahwa masyarakat merupakan pihak pertama yang harus mampu menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Karena itu, setiap keluarga perlu mengenali potensi bencana di lingkungannya, memahami jalur evakuasi, serta menyiapkan tas siaga berisi air minum, makanan siap saji, obat-obatan, senter, baterai, power bank, dan pakaian ganti.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, media massa, dan masyarakat terus diperkuat untuk membangun budaya sadar bencana di Kabupaten Ngada. Menurutnya, meski bencana tidak dapat dicegah, dampaknya dapat diminimalkan melalui peningkatan kapasitas, kesiapsiagaan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....