Generasi Muda Diajak Menembus Sekat Perbedaan

  • 24 Jun 2026 15:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Persahabatan lintas agama menjadi salah satu kunci menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang semakin beragam. Tanpa dialog yang sehat, perbedaan keyakinan berpotensi memicu kesalahpahaman hingga konflik sosial.

Pandangan tersebut disampaikan Pater Kamilus Seran, SVD, mahasiswa Ilmu Filsafat di Immanuel Kant Baltic Federal University, Kaliningrad, Rusia, dalam program OBRAS Moderasi Beragama Pro 2 RRI Ende, Selasa, 23 Juni 2026. Menurutnya, dialog merupakan fondasi utama untuk membangun relasi yang sehat dan positif di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial.

Pater Kamilus menilai masih banyak masyarakat yang terjebak dalam pola pikir sempit dengan menganggap kelompoknya paling benar. Kondisi tersebut sering diperparah oleh penggunaan media sosial yang tidak disertai sikap kritis dan kemampuan memahami perspektif orang lain.

Menurutnya, dialog yang baik mampu menjembatani perbedaan dan mengurangi rasa curiga antar kelompok. Ia menegaskan bahwa menghormati keyakinan orang lain bukan berarti mengorbankan keyakinan sendiri, melainkan membuka ruang untuk belajar dan memperkaya wawasan tanpa kehilangan identitas.

"Ketika seseorang berani keluar dari batas-batas cara berpikirnya dan mau mendengarkan orang lain, di situlah dialog menjadi sarana untuk bertumbuh bersama," ujarnya. Karena itu, keterbukaan dan kemampuan mengendalikan emosi dinilai penting agar komunikasi tidak berkembang menjadi konflik.

Ia juga menekankan bahwa dialog tidak boleh berhenti pada percakapan semata. Dialog harus diwujudkan dalam tindakan nyata berupa solidaritas, kepedulian sosial, dan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan bersama.

Berbagi pengalaman selama lebih dari 12 tahun tinggal di Rusia sebagai bagian dari kelompok minoritas, Pater Kamilus mengaku banyak belajar tentang pentingnya keterbukaan. Ia menyaksikan bagaimana masyarakat dari latar belakang berbeda dapat saling menerima dan bekerja sama meski memiliki keyakinan yang tidak sama.

Kepada generasi muda, ia mengajak untuk berani membangun pertemanan lintas agama dan budaya. Menurutnya, keberanian berdialog dan berkolaborasi merupakan modal penting untuk memperkuat persatuan Indonesia di tengah keberagaman yang semakin kompleks.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....