Masyarakat Adat Nggela Gelar Kembali Ritual Jokaju Pascakebakaran 2018

  • 15 Jun 2026 21:35 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Masyarakat Adat Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, akan kembali menggelar puncak ritual adat Jokaju pada Minggu, 5 Juli 2026. Ritual budaya yang menjadi identitas masyarakat Nggela tersebut kembali dilaksanakan setelah vakum hampir delapan tahun akibat kebakaran yang melanda Kampung Adat Nggela pada 29 Oktober 2018.

Ketua Panitia Jokaju 2026, Yos Muda, mengatakan pelaksanaan ritual tahun ini menjadi momentum syukur bagi masyarakat adat karena seluruh rumah adat yang terdampak kebakaran telah berhasil dibangun kembali.

Kebakaran yang terjadi pada 2018 menghanguskan 22 rumah adat dan 11 rumah warga di sekitar kawasan kampung adat. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah ritual budaya tidak dapat dilaksanakan selama bertahun-tahun.

Menurut Yos, rumah adat memiliki peran penting sebagai pusat pelaksanaan berbagai aktivitas budaya dan ritual adat masyarakat Nggela. Karena itu, pelaksanaan Jokaju baru dapat dilakukan setelah seluruh rumah adat kembali berdiri.

“Misa Syukur Kampung Adat dan ritual Jokaju ini merupakan ungkapan syukur atas selesainya pembangunan kembali Kampung Adat Nggela. Ini juga menjadi bentuk penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu kami sejak masa tanggap darurat hingga proses pembangunan kembali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, panitia mencatat sekitar 160 pihak terlibat dalam proses pemulihan Kampung Adat Nggela. Mereka terdiri atas relawan, komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah, donatur, dan masyarakat yang memberikan dukungan selama proses rehabilitasi.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Sabtu, 4 Juli 2026, melalui sejumlah ritual adat yang dipusatkan di kawasan Pantai Pengwa. Prosesi tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan menuju puncak ritual Jokaju.

Selanjutnya, pada Minggu, 5 Juli 2026, masyarakat akan mengikuti Misa Syukur Kampung Adat yang dimulai pukul 09.00 WITA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penerimaan tamu secara adat dan berbagai atraksi budaya khas Nggela.

Pengunjung juga akan disuguhi beragam kekayaan budaya lokal, mulai dari pameran tenun ikat khas Nggela hingga permainan tradisional yang disiapkan panitia. Puncak ritual Jokaju akan berlangsung pada sore hari dan ditutup dengan tarian adat Gawi yang melibatkan masyarakat secara bersama-sama.

Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat budaya Nggela. Panitia memperkirakan sekitar 3.000 orang akan menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami mengundang semua pihak yang pernah membantu Nggela maupun masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kekayaan budaya kami. Ini menjadi momentum syukur sekaligus promosi wisata budaya Kampung Adat Nggela,” kata Yos Muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....