Sembilan Puluh Petani Flotim Belajar Hortikultura di So’e
- 12 Jun 2026 10:58 WIB
- Ende
Poin Utama
- Pemerintah Flores Timur memberangkatkan 90 petani ke So'e untuk mengikuti pelatihan pengembangan hortikultura.
- Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas petani, produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan daerah.
- Peserta mempelajari teknik budidaya hortikultura, pengelolaan kelembagaan petani, dan penguatan rantai pasok pasar.
- Program melibatkan petani milenial, kelompok wanita tani, serta petani terdampak erupsi Gunung Lewotobi.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Pemerintah Kabupaten Flores Timur memberangkatkan 90 petani ke So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), untuk mengikuti pelatihan pengembangan hortikultura. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani guna mendorong pertanian yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Yosef Sadi Openg, S.P., M.Si., kepada RRI di wawancara pagi, Jumat, 12 Juni 2026, mengatakan kegiatan itu sejalan dengan fokus pembangunan daerah pada sektor pertanian. Menurutnya, peningkatan produktivitas dan pendapatan petani menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
So’e dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil menerapkan praktik pertanian yang baik atau good agricultural practices, khususnya pada komoditas hortikultura. Selain teknik budidaya, para peserta juga mempelajari pengelolaan kelembagaan petani, manajemen kelompok tani, serta penguatan rantai pasok yang terhubung dengan pasar.
Peserta yang diberangkatkan terdiri atas petani milenial, kelompok wanita tani, petani dari wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi, serta perwakilan mitra pendamping. Yosef menegaskan program tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga dan organisasi mitra tanpa menggunakan anggaran APBD Flores Timur.
Menurut Yosef, potensi hortikultura di Flores Timur terus berkembang dengan munculnya sejumlah sentra produksi di berbagai wilayah. Beberapa kawasan seperti Lawokeleng di Kecamatan Ile Boleng, Watotika dan wilayah Solor mulai menunjukkan perkembangan sebagai pusat produksi hortikultura.
Sepulang dari So’e, para petani diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan menularkannya kepada petani lain di daerah masing-masing. Pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan melalui penyuluh pertanian agar hasil pelatihan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....