Gotong Royong Lintas Agama Perkuat Harmoni Kerukunan

  • 12 Jun 2026 14:03 WIB
  •  Ende

RI.CO.ID, Ende Budaya gotong royong lintas agama dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat di Kabupaten Ende di tengah tantangan era digital dan meningkatnya arus informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Nilai kebersamaan yang telah diwariskan turun-temurun tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antarumat beragama, tetapi juga menjadi benteng sosial dalam menghadapi berbagai isu intoleransi dan polarisasi yang berkembang di ruang publik.

Tokoh agama Islam Ende, Ustadz Fatur, mengatakan gotong royong merupakan nilai universal yang diajarkan seluruh agama dan telah menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia. Menurutnya, budaya tersebut lahir dari kesadaran bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Perbedaan agama, suku, dan budaya tidak pernah menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru ketika ada kebutuhan kemanusiaan dan sosial, gotong royong menjadi ruang yang menyatukan semua pihak,” ujarnya dalam program Obrolan Santai Pro 2 RRI Ende, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menilai praktik gotong royong masih terlihat nyata dalam kehidupan masyarakat Ende, mulai dari kegiatan sosial, perayaan hari besar keagamaan, hingga tradisi saling membantu dalam berbagai kebutuhan keluarga dan lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa toleransi tidak hanya dipahami sebagai sikap saling menghormati, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata.

Meski demikian, Ustadz Fatur mengakui budaya kebersamaan menghadapi tantangan akibat berkembangnya pola hidup individualistis dan pengaruh media digital. Karena itu, generasi muda didorong memanfaatkan teknologi untuk memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, serta menyebarkan pesan-pesan positif yang mendukung persaudaraan.

Menurutnya, peran keluarga, tokoh agama, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam menanamkan nilai gotong royong sejak usia dini. Pendidikan karakter berbasis penghargaan terhadap keberagaman dinilai mampu mencegah tumbuhnya sikap intoleran dan prasangka terhadap kelompok yang berbeda.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap narasi provokatif yang dapat mengganggu kerukunan sosial. Verifikasi informasi dan penguatan nilai-nilai agama yang mengedepankan kebaikan menjadi langkah penting untuk menjaga kedamaian yang selama ini terpelihara di Ende dan Nusa Tenggara Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....