BERGUNA dan Sarbi Institut Gelar Aksi Pelestarian Lingkungan di Lembata
- 10 Jun 2026 15:05 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Perkumpulan BERGUNA bersama Sarbi Institut menggelar aksi pelestarian lingkungan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem setempat.
Kegiatan tersebut mengusung semangat kolaborasi untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan daratan melalui sosialisasi, penanaman pohon, serta diskusi bersama masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan darat, dilanjutkan penyerahan simbolis bibit pohon malapari kepada pemerintah desa dan penanaman bersama warga, tokoh masyarakat, pemuda, serta aparat desa.
Pohon malapari dipilih karena memiliki akar yang kuat untuk menahan abrasi pantai. Selain itu, bijinya juga memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang. Ketua Sarbi Institut yang juga Anggota DPR RI Komisi XII, Ateng Sutisna, mengatakan keberhasilan pelestarian lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama.
Menurutnya, program lingkungan tidak boleh hanya bersifat top-down, tetapi harus tumbuh dari kebutuhan, pengetahuan lokal, dan kearifan masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan generasi muda menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Lingkungan yang sehat adalah fondasi pembangunan berkelanjutan. Tidak ada ekonomi yang kuat di atas tanah yang rusak, dan tidak ada kesejahteraan yang kokoh tanpa air, udara, serta ekosistem yang terjaga,” ujar Ateng.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan BERGUNA, Rofinus Monteiro, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari demi keberlanjutan masa depan.
“Menjaga lingkungan sama dengan merawat masa depan. Kualitas hidup dan kesehatan kita sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan. Karena itu, mari mulai menjaga lingkungan dari sekitar kita,” katanya.
Kepala Desa Pasir Putih, Wenseslaus Bala Papang, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk terus menanam dan merawat pohon sebagai bentuk tanggung jawab terhadap generasi mendatang.
“Bumi adalah titipan untuk anak cucu. Merayakan Hari Lingkungan Hidup saja tidak cukup, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata dengan menanam pohon di mana saja kita berada,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....