Pemuda Tani NTT Buka Pelatihan Petani Modern Bersertifikat

  • 08 Jun 2026 14:17 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Pemuda Tani Indonesia NTT membuka pelatihan petani modern gratis dan bersertifikat bagi generasi muda.
  • Program dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur di Mojokerto, Jawa Timur.
  • Materi mencakup pertanian, peternakan, perikanan, teknologi drone, pupuk organik, dan pestisida hayati.
  • Program ditujukan untuk mencetak petani muda profesional sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan di sektor pertanian.

RRI.CO.ID, Kupang - Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengikuti pelatihan petani modern secara gratis dan bersertifikat. Program tersebut dirancang untuk mencetak petani muda yang kompeten, mandiri, dan mampu mengelola sektor pertanian dengan pendekatan modern.

Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia NTT, Bobby Lianto, kepada RRI di wawancara pagi, Senin, 8 juni 2026, mengatakan program ini lahir dari kebutuhan regenerasi petani di daerah. Menurutnya, semakin sedikit anak muda yang tertarik menekuni sektor pertanian karena lebih memilih profesi lain di luar bidang agraris.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemuda Tani NTT berkolaborasi dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur dalam penyelenggaraan pelatihan yang berlangsung di Mojokerto, Jawa Timur. Peserta akan mengikuti pendidikan selama lima bulan dengan sistem belajar teori dan praktik secara langsung di bidang pertanian, peternakan, serta perikanan.

Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas tempat tinggal, konsumsi, dan pembelajaran tanpa biaya. Materi yang diberikan mencakup teknologi pertanian modern, pembuatan pupuk organik, pestisida hayati, budidaya tanaman hortikultura, peternakan, perikanan, hingga pemanfaatan drone dalam pengelolaan lahan.

Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembinaan karakter dan sertifikat setelah menyelesaikan program. Sertifikat tersebut didukung oleh Pemuda Tani Indonesia, Yayasan Pelita Indonesia Timur, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai bekal pengembangan karier maupun usaha di sektor pertanian.

Bobby menilai pertanian masih menjadi sektor strategis bagi perekonomian NTT sehingga perlu didukung oleh sumber daya manusia yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi. Ia mengajak generasi muda memanfaatkan peluang tersebut untuk menjadi wirausahawan di bidang pertanian, peternakan, maupun perikanan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....