Hari Laut Internasional Perkuat Pesan Ekoteologi Kristen Indonesia
- 08 Jun 2026 07:49 WIB
- Ende
Poin Utama
- Hari Laut Internasional dijadikan momentum memperkuat kesadaran menjaga kelestarian laut melalui perspektif iman Kristen.
- Renungan Mutiara Pagi Kristen mengangkat tema “Laut Bercerita tentang Allah: Membangun Ekoteologi”.
- Laut dipahami sebagai ciptaan Allah yang mencerminkan kuasa, kebaikan, dan kasih-Nya bagi kehidupan.
- Mandat manusia atas alam harus diwujudkan melalui tanggung jawab menjaga dan melestarikan lingkungan, bukan eksploitasi.
- Masyarakat diajak berperan aktif mengatasi pencemaran dan kerusakan ekosistem laut demi keberlanjutan kehidupan.
RRI.CO.ID, Ende - Peringatan Hari Laut Internasional dimaknai sebagai momentum memperkuat kesadaran umat untuk menjaga kelestarian ekosistem laut melalui perspektif iman Kristen. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Helda Yolanda Adoe, dalam program Mutiara Pagi Kristen yang disiarkan RRI Ende, Senin, 8 Juni 2026.
Dalam renungannya yang mengangkat tema “Laut Bercerita tentang Allah: Membangun Ekoteologi”, Helda mengacu pada Kejadian 1:9 dan 1:21-23. Ia menjelaskan bahwa laut merupakan bagian dari ciptaan Allah yang lahir melalui firman-Nya dan memiliki peran penting dalam keberlangsungan kehidupan di bumi.
Menurutnya, kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian menunjukkan bahwa Allah tidak hanya menciptakan laut, tetapi juga menetapkan batas-batas alam secara teratur serta mengisinya dengan berbagai makhluk hidup. Karena itu, laut dipandang sebagai wujud kuasa, kebaikan, dan kasih Allah yang terus menopang kehidupan manusia.
Helda menegaskan bahwa seluruh ciptaan Allah pada dasarnya baik dan menerima berkat untuk terus berkembang. Pemahaman tersebut menjadi landasan teologis bagi umat Kristen untuk menghormati alam melalui tindakan nyata menjaga lingkungan, bukan dengan menyembah alam.
Ia mengingatkan bahwa mandat manusia untuk berkuasa atas bumi tidak boleh dimaknai sebagai hak untuk mengeksploitasi sumber daya tanpa batas. Sebaliknya, manusia dipanggil menjadi mitra Allah dalam merawat laut, menjaga kebersihan pantai, melindungi terumbu karang, serta mendukung keberlangsungan ekosistem laut bagi generasi mendatang.
Melalui peringatan Hari Laut Internasional, masyarakat diajak menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan seperti pencemaran dan kerusakan ekosistem laut. Umat Kristen juga didorong untuk menghidupi nilai-nilai firman Tuhan melalui sikap yang mencintai alam, menjaga kehidupan, dan menghadirkan berkat bagi sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....