Benteng Maksiat Dibangun Melalui Ilmu dan Ketakwaan

  • 06 Jun 2026 15:36 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Islam Kemenag Ende mengajak umat memperkuat benteng diri dari maksiat melalui ilmu dan ketakwaan.
  • Menipisnya rasa takut kepada Allah disebut sebagai salah satu penyebab seseorang berani melakukan dosa.
  • Kisah Ibrahim bin Adham digunakan sebagai ilustrasi pentingnya kesadaran akan pengawasan dan kekuasaan Allah.
  • Maksiat dapat berdampak pada kerusakan sosial, turunnya musibah, hilangnya keberkahan, dan terhalangnya rezeki.

RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Ende, Siti Rahmawati, S.Ag., mengajak umat Islam membangun benteng diri dari perbuatan maksiat melalui peningkatan ilmu dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan dalam program Mimbar Agama Islam yang disiarkan pada Jumat, 5 Juni 2026.

Dalam tausiyah bertajuk "Benteng dari Maksiat", Siti Rahmawati menjelaskan bahwa keberanian seseorang melakukan dosa sering kali berawal dari menipisnya rasa takut kepada Allah. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman dan pengetahuan agama yang memadai.

Ia mengutip makna Surah Fatir ayat 28 yang menegaskan bahwa orang yang paling takut kepada Allah adalah mereka yang memiliki ilmu. Karena itu, peningkatan pengetahuan agama dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga diri dari perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Siti Rahmawati mengisahkan dialog antara seorang pemuda dan Ibrahim bin Adham yang meminta nasihat agar dapat meninggalkan kebiasaan bermaksiat. Melalui lima pertanyaan sederhana, Ibrahim bin Adham mengingatkan bahwa manusia tidak mungkin lepas dari pengawasan, rezeki, dan kekuasaan Allah SWT.

Selain mengajak umat memperkuat kesadaran spiritual, ia juga mengingatkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh perbuatan dosa dan maksiat. Dampak tersebut antara lain munculnya berbagai kerusakan di muka bumi, turunnya musibah, hilangnya keberkahan hidup, serta terhalangnya rezeki yang baik.

Melalui siaran tersebut, masyarakat diajak untuk segera bertobat dan memperbanyak istighfar atas kesalahan yang pernah dilakukan. Langkah itu diharapkan menjadi jalan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus membangun kehidupan yang lebih baik di dunia maupun akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....