FKUB NTT Bentuk Agen Kerukunan di Ruang Digital

  • 01 Jun 2026 11:45 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • FKUB NTT memperkuat edukasi masyarakat dan melibatkan generasi muda dalam program penguatan kerukunan.
  • FKUB Nasional di NTT akan mengangkat tema moderasi digital untuk harmoni beragama di era disrupsi informasi.
  • FKUB NTT akan membentuk agen kerukunan dan relawan literasi digital untuk menangkal isu negatif di ruang digital.
  • FKUB NTT menilai media sosial menjadi tantangan utama dalam menjaga kerukunan umat beragama di era digital.
  • Hoaks dan misinformasi yang viral berpotensi memicu gesekan serta provokasi antarumat beragama.

RRI.CO.ID, Ende - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Prof. Dr. Yuliana Saloso, S.Pi., M.P., menilai media sosial menjadi tantangan terbesar dalam menjaga kerukunan umat beragama di era digital. Pernyataan itu disampaikannya dalam Dialog Astacita spesial Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan RRI Ende, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurut Yuliana, percepatan arus informasi di media sosial turut mempercepat penyebaran misinformasi dan hoaks yang berpotensi memicu gesekan antarumat beragama. Kondisi tersebut menjadi perhatian FKUB karena informasi yang viral sering kali dianggap sebagai kebenaran meskipun belum terverifikasi.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, FKUB NTT terus memperkuat edukasi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Program-program yang dijalankan juga melibatkan generasi muda yang dinilai rentan terpapar isu negatif, tetapi memiliki peran strategis sebagai pelopor kerukunan.

Yuliana mengatakan FKUB Nasional tahun ini direncanakan berlangsung di NTT dengan mengangkat tema moderasi digital untuk harmoni beragama di era disrupsi informasi. Forum tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan dan standar etika digital yang mendukung penguatan toleransi serta keberagaman di Indonesia.

Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun lingkungan keluarga. Menurutnya, pemahaman tentang keberagaman perlu dibangun sejak kecil agar anak-anak tumbuh dengan sikap saling menghormati dan tidak mudah terjebak dalam polarisasi sosial.

Sebagai langkah konkret, FKUB NTT akan merekrut generasi muda sebagai relawan literasi digital dan agen kerukunan di ruang maya. Mereka akan dilibatkan dalam penyebaran informasi positif, verifikasi isu-isu yang berpotensi menimbulkan konflik, serta upaya pencegahan penyebaran hoaks yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....