Pisang Lokal Langka, Pasokan Lembata Masuk Maumere
- 28 Mei 2026 09:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Kelangkaan pisang lokal akibat serangan penyakit tanaman di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memicu lonjakan harga di Pasar Alok Maumere menjelang Iduladha dan tradisi Sambut Baru. Kondisi itu juga membuka peluang perdagangan bagi pemasok pisang asal Kabupaten Lembata yang mulai masuk ke wilayah Maumere.
Pasokan pisang dari luar daerah mulai didatangkan melalui jalur laut dan darat di tengah menurunnya produksi petani lokal. Di Pasar Alok, harga satu tandan pisang mencapai Rp150 ribu, sedangkan harga per sisir dijual hingga Rp50 ribu karena stok yang terbatas.
Pedagang asal Lembata, Siti Fatima, mengatakan tingginya permintaan membuat pedagang lintas pulau memanfaatkan peluang pasar di Kabupaten Sikka. Ia mengaku baru pertama kali menjual pisang di Pasar Alok Maumere.
“Kami bawa dari Lembata naik kapal motor ke Larantuka, lalu lanjut mobil ke Maumere. Baru kali ini kami jual pisang di Pasar Alok,” ujar Siti Fatima, Selasa 26 Mei 2026.
Masuknya komoditas dari luar daerah memperlihatkan terganggunya produksi pisang lokal yang selama ini menjadi salah satu hasil pertanian masyarakat Sikka. Warga yang sebelumnya mudah memperoleh pisang kini harus membeli dengan harga lebih tinggi akibat pasokan yang menurun drastis.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengakui sebagian besar tanaman pisang di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat serangan penyakit tanaman. Kondisi itu berdampak langsung terhadap produksi dan distribusi pangan lokal.
“Rata-rata tanaman pisang di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan akibat serangan penyakit sehingga produksi tidak maksimal,” kata Simon saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Alok.
Menurut Simon, penurunan produksi pisang mulai memengaruhi rantai pasok pangan masyarakat di Kabupaten Sikka. Ketergantungan terhadap distribusi komoditas dari luar daerah juga dinilai semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Selain berdampak pada konsumen, kondisi itu menjadi ancaman bagi keberlangsungan pendapatan petani pisang lokal. Banyak petani diperkirakan mengalami penurunan hasil panen akibat tanaman yang rusak dan tidak lagi produktif.
Menjelang Iduladha dan tradisi Sambut Baru, permintaan pisang diperkirakan terus meningkat karena menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Pemerintah daerah pun diminta segera mencari solusi penanganan penyakit tanaman agar produksi pisang lokal dapat kembali pulih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....