Yesus Mengutus Murid Menjadi Pembawa Damai Dunia

  • 24 Mei 2026 20:39 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Umat diajak menjadi pembawa damai, pengampunan, dan penyembuhan di tengah masyarakat.
  • Peristiwa Pentakosta disebut sebagai momentum perubahan para rasul dari takut menjadi berani.
  • Roh Kudus memberikan berbagai karunia untuk dipakai melayani sesama.

RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Veronika Nggelo, mengajak umat Katolik menjadi pembawa damai dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan dalam program Mutiara Pagi Agama Katolik di RRI Pro 1 Ende, Minggu, 24 Mei 2026.

Dalam renungannya, Veronika menegaskan dunia saat ini masih dipenuhi kekerasan, peperangan, kebencian, dan keputusasaan. Karena itu, umat beriman dipanggil menjadi suara pengampunan dan tangan yang menghadirkan penyembuhan bagi sesama.

Ia menyampaikan tema “Diutus Menjadi Pembawa Damai” dengan merujuk pada bacaan Injil Yohanes tentang Yesus yang datang kepada para murid setelah kebangkitan. Dalam bacaan tersebut, Yesus memberikan salam damai sejahtera dan mengutus para murid untuk melanjutkan karya pelayanan-Nya.

Menurut Veronika, peristiwa Pentakosta menjadi tanda perubahan besar dalam hidup para rasul. Roh Kudus mengubah para murid dari pribadi yang takut menjadi berani bersaksi dan membawa harapan kepada banyak orang.

Veronika juga menjelaskan Roh Kudus menghadirkan berbagai karunia seperti kemampuan mengajar, melayani, menghibur, menasihati, hingga menyembuhkan. Karunia itu, katanya, bukan untuk disimpan sendiri, melainkan dipakai demi membangun kehidupan bersama yang damai dan penuh kasih.

Melalui siaran rohani tersebut, Veronika mengajak umat untuk tidak hanya menerima damai, tetapi juga aktif menghadirkan damai di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Ia berharap semangat Pentakosta mampu menguatkan umat dalam menjalankan panggilan sebagai pembawa harapan dan pengampunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....