Generasi Muda Dinilai Mulai Tinggalkan Pangan Lokal Tradisional
- 19 Mei 2026 10:20 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Generasi muda dinilai mulai meninggalkan pangan lokal tradisional akibat pengaruh makanan instan dan pola konsumsi modern. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam upaya pelestarian pangan lokal di Kabupaten Ende dan wilayah Flores.
Dosen Prodi Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Flores, Josina Irene Brigetha Hutubessy, SP., M.Si mengatakan banyak anak muda saat ini tidak lagi mengenal tanaman pangan lokal seperti sorgum. Padahal, tanaman tersebut pernah menjadi salah satu sumber pangan masyarakat Flores pada masa lalu.
Ia menyebut pola hidup instan membuat masyarakat lebih memilih makanan cepat saji dibanding mengolah pangan lokal yang membutuhkan proses lebih lama. Akibatnya, pengetahuan tentang pangan tradisional perlahan mulai hilang di kalangan generasi muda.
“Kalau kita tanya anak-anak sekarang tentang sorgum, banyak yang sudah tidak mengenal tanaman itu,” katanya dalam program Green Radio RRI Ende, Sabtu, 16 Mei 2026.
Menurut Irene, peran orang tua sangat penting dalam memperkenalkan pangan lokal kepada anak-anak. Ia menilai pengenalan tidak cukup hanya melalui penjelasan, tetapi juga harus dilakukan dengan menyajikan pangan lokal di meja makan keluarga.
Ia mencontohkan kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa dan dosen Universitas Flores di Desa Saga pada 2023. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diberikan permainan edukatif dan pelatihan pengolahan sorgum menjadi tepung hingga bahan makanan seperti kue dan agar-agar.
Selain edukasi kepada anak-anak, para orang tua juga diajak memahami pentingnya kembali mengonsumsi pangan lokal.Irene berharap keluarga menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan pangan lokal di tengah perkembangan gaya hidup modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....