Dr. Imaculata Fatima: Agrowisata Jadi Kunci Lonjakan Ekonomi Daerah

  • 13 Mei 2026 08:24 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Agrowisata dipandang sebagai model pembangunan terpadu yang menggabungkan pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
  • Pengembangan agrowisata harus berbasis prinsip ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) untuk menjaga keberlanjutan.
  • Lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat dan mengangkat potensi lokal.

RRI.CO.ID, Ende, — Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Universitas Flores, Dr.Dra Imaculata Fatima,MMA, menegaskan bahwa agrowisata merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong lonjakan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam orasi ilmiah pada momen yudisium Magister Manajemen Universitas Flores yang berlangsung di Aula Pascasarjana, Gedung Rektorat, Selasa 12 Mei 2026 sore.

Dalam orasinya, Imaculata menyampaikan bahwa kelulusan para mahasiswa bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal tanggung jawab baru untuk menjawab tantangan pembangunan di dunia nyata. Ia menilai para lulusan telah dibekali kemampuan manajerial yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Ende, memiliki potensi besar dalam pengembangan agrowisata. Kekayaan alam, kesuburan tanah, serta keragaman hayati menjadi modal utama yang jika dikelola dengan baik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Agrowisata bukan sekadar pariwisata, tetapi model pembangunan terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Inilah peluang besar untuk mendorong ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan agrowisata harus berbasis prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Dalam konteks ini, aspek lingkungan menjadi fondasi utama yang tidak boleh diabaikan. Keindahan alam, kualitas air, dan kesuburan tanah merupakan aset yang harus dijaga agar tetap lestari.

Selain itu, aspek tata kelola dan sosial juga menjadi faktor penting. Pengelolaan agrowisata harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, tetapi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat sekitar.

Imaculata juga menyoroti pentingnya empat kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan Magister Manajemen, yakni kemampuan berpikir strategis, pengambilan keputusan berbasis data, kepemimpinan dalam pemberdayaan masyarakat, serta inovasi dalam pemasaran. Ia berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan potensi lokal dengan pendekatan manajemen modern.

Menurutnya, pengembangan agrowisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga membutuhkan inovasi produk dan strategi pemasaran yang kuat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Lebih lanjut, ia mengajak para lulusan untuk tetap berpegang pada nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap langkah pengabdian mereka.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjaga hak generasi mendatang,” ucapnya.

Di akhir penyampaiannya, Imaculata mengucapkan selamat kepada para lulusan Magister Manajemen beserta keluarga yang turut mendukung proses pendidikan mereka. Ia juga mengapresiasi seluruh sivitas akademika Universitas Flores atas komitmen dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....