Mahasiswa Uniflor Diajak Berani Berkarya Melalui Dunia Jurnalistik
- 11 Mei 2026 22:33 WIB
- Ende
Poin Utama
- Esensi Faktual: Jurnalisme mahasiswa menekankan verifikasi lapangan dan data faktual sebagai pembeda utama dari sekadar unggahan media sosial.
- Tantangan Menulis: Meski minat visual (fotografi/videografi) tinggi, mahasiswa didorong mengasah kemampuan menulis untuk memperkuat narasi informasi.
- Kolaborasi AI: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dipandang sebagai alat bantu efisiensi, namun kendali etika dan bahasa tetap pada kreativitas manusia.
- Literasi Sekolah: Program "UKMJ Goes to School" menjadi wadah mahasiswa berbagi ilmu sekaligus mengasah kemampuan komunikasi publik (public speaking).
RRI.CO.ID, Ende - Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Universitas Flores (Uniflor), Ignasius Ferbinius Ria, menegaskan pentingnya integritas bagi mahasiswa yang bergelut di dunia literasi dan visual. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Florata Malam Ini di Studio Pro 1 RRI Ende, Senin, 11 Mei 2026.
Ignasius menjelaskan bahwa di era digital 2026, perbedaan mendasar antara jurnalis mahasiswa dan pengguna media sosial pada umumnya terletak pada proses verifikasi. Menurutnya, anggota UKM Jurnalistik diwajibkan melakukan investigasi lapangan guna memastikan informasi yang disajikan bersifat faktual, bukan sekadar praktik salin tempel yang berisiko menyebarkan hoaks.
"Proses mendapatkan informasi itu tidak instan. Kami dituntut turun ke lapangan untuk mendapatkan data yang benar-benar teruji kebenarannya," ujarnya.
Ia juga menyoroti tren mahasiswa saat ini yang lebih meminati bidang fotografi dan videografi karena dianggap lebih simpel. Namun, Ignas terus memacu rekan-rekannya untuk tetap mencintai dunia tulis-menulis sebagai alat untuk mempertajam pola pikir dan merangkai diksi agar informasi tidak menimbulkan salah tafsir.
Menyinggung kemajuan teknologi, Ignas memandang kehadiran Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan sebagai ancaman, melainkan kawan dalam meningkatkan efisiensi kerja. Ia mencontohkan penggunaan AI dalam mempermudah teknis pembuatan materi workshop, namun penulisan narasi tetap murni hasil pemikiran manusia.
Pada bagian akhir dialog, Ignas menceritakan keberhasilan program "UKMJ Goes to School" di SMA Alsiora sebagai langkah nyata mahasiswa dalam berbagi ilmu. Ia berpesan kepada seluruh generasi muda agar tidak ragu memublikasikan karya dan berani melangkah keluar dari zona nyaman.
"Jika ingin hidup lebih bermanfaat untuk orang lain, tinggalkan zona nyaman. Jangan takut salah karena semua proses membutuhkan tahap untuk maju," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....